Pertamina Berkontribusi 65 Persen Produksi Minyak dan 35 Persen Gas Nasional

oleh -0 views
oleh

BANYUWANGI I GlobalEnergi.co – Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hingga saat ini, PHE berkontribusi sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 35 persen terhadap produksi gas nasional.

Hal tersebut disampaikan Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi, Fitri Erika, saat menghadiri kegiatan Media Gathering 2026 Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, di Banyuwangi, 10-11 Juli 2026 bersama puluhan media di Kokoon Hotel, Jumat (10/07/2026).

Menurut Fitri, keberhasilan industri hulu migas dalam memenuhi kebutuhan energi nasional tidak terlepas dari dukungan media yang selama ini berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Hari ini menjadi bentuk apresiasi kami kepada teman-teman jurnalis yang selama ini telah membersamai perjalanan Pertamina di sektor hulu. Apa yang kami lakukan di lapangan maupun fasilitas produksi tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat tanpa dukungan media,” ujar Fitri.

Ia menjelaskan, wilayah kerja Pertamina di sektor hulu migas tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Selain itu, Pertamina juga memiliki aset dan operasi internasional di sejumlah negara seperti Malaysia, Irak, dan Aljazair.

Menurutnya, upaya pengelolaan sumber daya migas di dalam maupun luar negeri merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

Fitri juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kebutuhan media akan informasi yang cepat dengan kebutuhan perusahaan untuk memastikan akurasi data yang disampaikan kepada publik.

“Media membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan detail. Di sisi lain, kami juga harus melakukan konfirmasi internal agar data yang disampaikan, terutama terkait angka produksi dan kegiatan operasional, benar-benar valid sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” kata perempuan berkacamata itu.

Dalam kesempatan tersebut, Fitri turut menanggapi upaya percepatan peningkatan produksi migas nasional yang saat ini menjadi fokus pemerintah. Menurutnya, peningkatan produksi tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi, tetapi juga membutuhkan dukungan regulasi dan percepatan perizinan.

Ia menyebut penggunaan lahan untuk kegiatan eksplorasi maupun pengembangan lapangan migas menjadi salah satu faktor penting yang memerlukan sinergi berbagai pihak.

“Untuk meningkatkan produksi migas diperlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk regulasi dan perizinan. Kami mengapresiasi dukungan dari Kementerian ATR/BPN, Kantor Staf Presiden, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang membantu mempercepat proses perizinan sehingga target produksi nasional dapat tercapai,” jelas dia.

Fitri menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan target peningkatan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia di masa depan.hud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.