Dari Magetan ke Mancanegara, Perjalanan Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga Menembus Pasar Ekspor

oleh -3 views
oleh
Ita Listiana, pelaku UMKM binaan Pertamina Patra Niaga asal Magetan, Jawa Timur, yang berhasil membawa keripik tempe H&G menembus pasar internasional. dok Pertamina Patra Niaga

MAGETAN – Semangat emansipasi perempuan hadir dalam berbagai bentuk. Salah satunya tercermin dari sosok Ita Listiana, pelaku UMKM binaan Pertamina Patra Niaga asal Magetan, Jawa Timur, yang berhasil membawa keripik tempe H&G menembus pasar internasional. Memulai usaha sejak Tahun 2002 dari kondisi yang serba sederhana, Ita menjalankan produksi keripik tempe dengan keterbatasan modal dan peralatan. Sebagai seorang difabel dan bagian dari keluarga penerima manfaat, jalan yang ia tempuh tidak selalu mudah. Namun, alih-alih berhenti, Ita justru memilih untuk terus berproses.

“Awalnya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi lama-lama saya ingin usaha ini bisa berkembang lebih jauh,” ungkap Ita.

Pada masa awal merintis usaha, Ita mengaku menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya pengetahuan pemasaran hingga sulitnya memperluas penjualan produk. Ia bahkan sempat menghadapi keraguan dari sebagian pihak terhadap kualitas produknya karena kondisi dirinya sebagai seorang difabel.

“Dulu semua masih sangat terbatas. Saya belum paham cara pemasaran maupun bagaimana menjual produk agar bisa berkembang. Tidak sedikit juga yang meragukan kualitas produk saya karena saya seorang difabel. Saat itu saya sempat bingung bagaimana cara agar usaha ini bisa maju,” ujar Ita.

Perjalanan usahanya mulai berkembang lebih signifikan ketika Ita bergabung sebagai mitra binaan Pertamina melalui program UMK Academy. Dari sini, ia tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga akses ke pasar yang lebih luas.

“Setelah mengikuti UMK Academy, saya merasa sangat terbantu. Coach dan pendamping yang mengajarkan saya sangat ramah dan terbuka. Saya tidak pernah merasa direndahkan, justru terus didorong untuk berkembang dan percaya diri dengan produk yang saya miliki,” tambah Ita.

Melalui program pembinaan tersebut, Ita juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan serta pameran yang membantu memperluas jaringan pemasaran produknya.

“Saya diajak mengikuti pelatihan secara langsung dan mendapat kesempatan untuk ikut pameran. Dari situ produk saya mulai semakin dikenal masyarakat. Alhamdulillah sekarang kualitas produk saya tidak lagi diragukan dan saya bangga karena keripik tempe H&G bisa dikenal hingga pasar internasional,” lanjutnya.

Seiring waktu, Ita semakin aktif mengikuti berbagai pameran dan business matching. Ia juga terus berbenah agar produknya mampu memenuhi standar pasar global. Upaya tersebut membuahkan hasil, keripik tempe H&G kini telah menjangkau pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, hingga Maladewa.

Salah satu pencapaian penting terjadi pada 5 Maret 2026, saat Ita bersama lima UMKM lainnya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengikuti pelepasan ekspor produk makanan olahan ke Maladewa. Kegiatan tersebut secara langsung dilepas oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar global.

Momentum ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Ita, tetapi juga bagi Kabupaten Magetan, karena produk lokal mampu menunjukkan daya saingnya di pasar internasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa keberhasilan Ita merupakan salah satu contoh nyata dampak dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pertamina terhadap pelaku UMKM.

“Kami percaya bahwa UMKM, termasuk yang dijalankan oleh perempuan, memiliki potensi besar untuk berkembang dan naik kelas. Melalui program pembinaan seperti UMK Academy, kami tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat global,” ujar Ahad.

Ia juga menambahkan, keberhasilan mitra binaan menembus pasar ekspor menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan program yang adaptif dan berdampak.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM mampu bersaing di pasar internasional. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat,” tambah Ahad.

Bagi Ita, tempe yang selama ini dianggap sederhana justru menyimpan peluang besar. Dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil mengubah produk lokal menjadi komoditas bernilai tinggi.

Kisah Ita menjadi bukti nyata bahwa peran perempuan dalam dunia usaha semakin kuat. Dukungan yang tepat, kolaborasi, dan keberanian untuk melangkah menjadi kunci untuk menembus batas. Lebih dari sekadar capaian bisnis, perjalanan Ita Listiana adalah cerita tentang keberanian seorang perempuan untuk bangkit, berkembang, dan membawa produk lokal Indonesia ke panggung dunia.

Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui program pembinaan berkelanjutan, guna menciptakan pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global.agk,*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.