Amankan Jaringan Transmisi, PLN UIT JBM Pantau Benda Asing

oleh -12 views


SURABAYA I GlobalEnergi.co – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) secara rutin memantau benda asing guna memastikan keamanan dan sistem kelistrikan. Benda asing berupa layang-layang, ranting pohon, gangguan karena binatang, atau row yang mendekati jarak bebas SUTT/SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi/Ekstra Tinggi).

“Untuk menghindari faktor benda asing yang bisa muncul kapan saja, petugas melakukan pemantauan secara rutin setiap hari,” kata General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin dalam keterangan pers, Senin (11/3/2024)

Melalui pemantauan ini, PLN UIT JBM berharap seluruh infrastruktur dalam kondisi aman, fungsi peralatan tidak terkena faktor benda asing, terutama saat bulan Ramadhan seperti sekarang.Pasalnya, benda asing yang berpotensi menimbulkan resiko menjadi penyebab terganggunya aliran listrik jika terkena material di Gardu Induk (GI) atau jaringan tower transmisi.

Amiruddin menyebutkan, pekerjaan pemantauan benda asing di seluruh lokasi wilayah kerjanya melibatkan Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Salah satunya di UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Malang, yang kemarin melakukan pembersihan sarang burung yang ada di beberapa titik MTU GI Kebonagung 150KV & 70Kv. Sarang burung ini selain berpotensi menjadi penyebab terganggunya sistem kelistrikan, juga bisa memancing hewan lainya seperti ular masuk ke area GI untuk memangsa burung yang bersarang. Pembersihan dilakukan menggunakan Hotstick agar tidak dilakukan pemadaman listrik lebih dulu.

“Untuk menghindari ular ini pun, antisipasi yang dilakukan dengan memasang kain jala, sehingga ular akan terbelit disitu,” ujarnya.

Selain pemantauan dari benda asing, lanjut Amiruddin, PLN gencar menyampaikan sosialisasi jarak aman dengan tower transmisi.

“Petugas di lapangan secara proaktif menyampaikan ke masyarakat jika dalam terdapat aktivitas warga yang mendekati jaringan tower,” ujarnya.

Di antaranya saat inspeksi menemukan pembangunan gudang beras yang letaknya tepat berada di bawah jaringan SUTT 150 kV Probolinggo-Kraksaan menggunakan peralatan crane dengan jangkauan cukup tinggi dan rentan melampaui jarak aman (ROW) dari jaringan listrik.

Amiruddin juga mengungkap, dari temuan aktivitas yang mendekati jarak bebas jaringan tower transmisi, PLN segera menginformasikan hal tersebut kepada warga.

“Tim dari UPT Probolinggo mendatangi dan memberi edukasi kembali kepada pemilik dan pekerja gudang beras terhadap jarak aman aktivitas yang bisa dilakukan dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika bekerja terlalu dekat dengan jaringan listrik,” katanya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.