Revisi Amdal Blok Masela, Inpex Selesaikan Survei Lapangan Tambahan

oleh -10 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – Inpex Masela Ltd. telah menyelesaikan kegiatan survei lapangan tambahan sebagai bagian dari revisi persetujuan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pengembangan Blok Masela. Penyelesaian survei lapangan tambahan itu berkaitan dengan observasi ekosistem terumbu karang dan resolusi aspirasi mewakili Maluku Barat Daya (MBD).

Selain itu, SKK Migas juga telah menerima penyerahan hasil pengadaan tanah kawasan non-hutan seluas kurang lebih 28,9 hektare untuk lokasi pembangunan salah satu fasilitas proyek LNG Abadi Masela dari Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kantor Wilayah BPN Maluku pada 19 Februari 2024 di Ambon, Provinsi Maluku. SKK Migas bersama dengan Inpex telah memulai rangkaian kegiatan survei geologi dan geofisika (G&G) onshore dan intertidal (zona pasang surut) sejak Februari 2024 yang lalu. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal untuk mendukung pelaksanaannya.

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen yang kuat dari Inpex untuk melakukan eksekusi atas program yang ada sehingga saat ini sudah banyak perkembangan positif kemajuan proyek tersebut, “ kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro lewat siaran pers, Selasa (12/3/2024).

Dalam waktu yang berdekatan, SKK Migas – Inpex berencana melaksanakan survei G&G offshore dengan melibatkan kontraktor terpilih, sebagai langkah lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek ini.

Di sisi lain, Inpex tengah menjalankan studi-studi dengan pihak ketiga terkait dengan ruang lingkup fasilitas carbon capture and storage (CCS) yang menjadi komponen penting di proyek LNG Abadi Masela, antara lain kajian lanjutan CCS Abadi Fase 1 mengenai top seal, fault seal dan 3D geomechanics, kajian lanjutan CCS Abadi Fase 2 mengenai reservoir engineering scope, dan kajian CO2 injection pipeline yang direncanakan akan selesai pada 2024.

“Kami juga mendorong Inpex untuk dapat lebih aktif melakukan koordinasi dengan SKK Migas sehingga jika ada kendala dapat segera dicarikan jalan keluar,” kata Hudi.

Sementara itu, Vice President Corporate Services Inpex Masela Ltd. Henry Banjarnahor memastikan, Inpex akan terus berkoordinasi dalam melaksanakan rangkaian pengembangan proyek LNG Abadi.

“Apresiasi kami sampaikan kepada SKK Migas yang terus bersama-sama mengawal proyek ini, harapannya kelancaran dan keberhasilan proyek ini,” kata Henry.

SKK Migas dan Inpex secara aktif terlibat dalam pembahasan dan persiapan komponen pembiayaan sebagai bagian dari pengembangan Proyek LNG Abadi. SKK Migas dan Inpex berencana untuk menggelar kick-off meeting dalam waktu dekat terkait komponen pembiayaan tersebut yang akan membahas hal-hal terkait rencana pembiayaan, struktur pendanaan dan tata waktu kegiatan pembiayaan.

Inpex telah memulai tahapan pengadaan untuk komponen fasilitas proyek LNG Abadi, termasuk FEED FPCI untuk onshore LNG dan FPCI untuk FPSO, FEED SURF, dan FEED GEP. Pengumuman mengenai proses prakualifikasi ini diterbitkan melalui sistem CIVD (Centralized Integration Vendor Database) – SKK Migas.

Saat ini, Inpex tengah melakukan proses evaluasi terhadap proposal prakualifikasi yang telah diterima. Dengan estimasi volume produksi LNG tahunan yang dapat mencapai 9,5 juta ton per tahun, Proyek LNG Abadi diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan ketahanan energi Indonesia, serta menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang. agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.