Jelang KTT ASEAN, PLN Turunkan Daya Listrik PLTU Suralaya

oleh -38 views
oleh
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat berdiskusi dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran mengenai kesiapan listrik untuk gelaran KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada 5 – 7 September 2023. PLN mengerahkan lebih dari 900 personel yang siap untuk melakukan pengamanan kelistrikan, bergerak cepat untuk memenuhi pelayanan pelanggan, serta membantu pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU selama 24 jam.

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN (Persero) menurunkan daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Banten menjelang penyelengggaraan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, pekan depan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hal ini dilakukan guna menekan tingkat populasi udara di Jakarta yang masih dalam kadar tidak aman.

“Ada satu pembangkit yang saat ini kita turunkan, yaitu Suralaya, ini demi menjaga agar bagaimana tingkat polusi di Jakarta bisa segera membaik,” kata Darmawan saat Apel PLN di Istora Senayan, Kamis (31/8/2023).

Namun, dia tidak memberikan perincian berapa daya listrik yang diturunkan dan sampai kapan upaya ini dilakukan.

“Khusus untuk Jakarta PLN meningkatkan pengoperasian pembangkit bertenaga gas dilakukan di sejumlah lokasi yakni di PLTGU Muara Karang, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Priok. Selain itu juga EBT,” ujarnya.

Tidak memerinci apa saja pembangkit energi terbarukan yang dimaksud, Darmawan berharap melalui upaya ini PLN bisa memproduksi listrik yang jauh lebih bersih sehingga dampak polusi bisa diminalisir.

Upaya ini dilakukan PLN juga bertepatan pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 di Jakarta yang akan dilaksanakan pada 5-7 September 2023.

Secara sistem perencanaan PLN meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dengan pasokan berlapis, menambahkan spinning reserve (SR) sehingga sistem kelistrikan menghadapi KTT ASEAN menjadi jauh lebih andal.

“Pembangkit semuanya sudah di atas 15 hari operasi, ketersediaan batubara untuk pembangkit sudah siap dalam kondisi prima,” tegasnya.

Darmawan menjelaskan, untuk melengkapi kebutuhan tamu negara yang seluruhnya menggunakan kendaraan listrik selama acara, PLN juga menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun Sistem Pengisian Listrik Umum (SPLU) di sejumlah titik acara.

Darmawan menjelaskan, berbekal pengalaman di berbagai ajang, mulai dari G20, Perayaan Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, hingga KTT ASEAN di Labuan Bajo membuat kapasitas tim PLN semakin mumpuni. Cara kerja dan pengambilan keputusan semakin solid dan responsif.

“Biasanya untuk event seperti ini persiapannya berbulan-bulan, namun dengan pengalaman yang kami miliki, persiapan di KTT ASEAN ini hanya kurang dari satu bulan. Kami memberlakukan masa siaga kelistrikan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2023 dengan memastikan sistem pembangkitan, transmisi dan distribusi, hingga seluruh personel siap untuk menyukseskan KTT ini,” tegas Darmawan.

PLN menyiapkan 4 (empat) lapisan skema pasokan untuk 6 lokasi venue utama dan 2 Bandar Udara, serta 2 (dua) lapisan untuk 19 hotel lokasi menginap para delegasi KTT ASEAN. PLN juga menyiapkan alat pendukung berupa 11 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 7.940 kVA dan 9 Uninteruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 2.980 kVA, serta membangun KTT ASEAN Electricity Control Center sebagai pusat komando kelistrikan.

“Kami mengerahkan 955 personel yang siap untuk melakukan pengamanan kelistrikan, bergerak cepat untuk memenuhi pelayanan pelanggan serta menjaga SPKLU selama 24 jam,” jelas Darmawan.

Selain sistem kelistrikan, PLN mempersiapkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang lengkap. PLN menyiapkan 79 EV charging , yaitu 74 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan 5 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Infrastruktur ini disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan 560 unit mobil listrik dan 240 unit motor listrik yang dipakai selama gelaran KTT ASEAN ini.

Bukan hanya itu, puluhan Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang merupakan pasukan elit PLN juga disiagakan untuk pengamanan suplai kelistrikan KTT ASEAN. Petugas yang memiliki kemampuan khusus ini disiagakan 24 jam selama perhelatan berlangsung.jef,agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.