PLN Jatim Tambah 10 SPKLU Tahun Ini

oleh -324 views

PROBOLINGGO I GlobalEnergi.co – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim akan terus menambah titik operasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Wilayah Jatim. Tahun ini menargetkan menambah 10 unit SPKLU. Rencananya akan dipasang di sepanjang tol jalur mulai masuk Jatim ke arah Probolinggo dan arah ke Kediri.

“Saat ini kami juga tengah memasang SPKLU di Polda Jatim. Semula konsep SPKLU kita bangun ada khusus Polda tapi juga ada untuk umum. Cuma seperti belum bisa. Jadi sementara untuk kepentingan Polda,” kata General Manager PLN UID Jatim Lasiran menjawab Global Energi, di sela acara Media Gathering, Jumat (10/3/2023).

Hingga saat ini ada delapan unit SPKLU yang disediakan PLN untuk dapat dimanfaatkan para pengguna kendaraan listrik, yakani SPKLU ULP Embong Wungu, SPKLU UP3 Situbondo, SPKLU UP3 Banyuwangi, SPKLU Rest Area 626A, SPKLU Rest Area 626B, SPKLU PLN WTC Mall, SPKLU UP3 Malang, SPKLU PJB PLN.

Lasiran mengatakan, saat ini empat unit SPKLU sedang dipasang di beberapa titik. Sementara sisa yang lima unit masih dipinjam di Labuan Bajo. “Nanti setelah selesai di Labuan Bajo kita akan ambil lalu kita pasang di sini,” katanya.

Dikatakan, investasi pemasangan SPKLU sangat beragam tergantung kapasitas dan jenisnya. Seperti tipe ultra bisa mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per unit.

Terkait penawaran kerjasama dengan pihak ketiga (swasta), kata Lasiran, pihaknya terus melakukan pendekatan meski sejauh ini belum ada secara konkret perusahaan yang berminat masuk. “ Cuma kami mengandeng PLN ICON Plus masuk ke sejumlah kawasan industri di Gresik kelihatan mereka mau memasang internet sekaligus memasang SPKLU,” katanya.

Namun, masih kata Lasiran, ada yang mereka memasamg sendiri Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) sebagaimana dilakukan Damri yang memasang infrastruktur SPLU di Terminal Bungurasih dan Wonokromo. Hal sama juga dilakukan Hyundai yang memasang sendiri SPLUnya di Jakarta dan Surabaya. “ Dan kami menyiapkan dari suplai listriknya,” katanya.

Sebenarnya, peminat untuk membangun SPKLU cukup besar. Hanya saja, melihat jumlah kendaraan listrik yang masih sedikit otomatis mereka masih menahan diri.

Terkait dampaknya pada peningkatan beban listrik, kata Lasiran tidak begitu besar. Pasalnya, umumnya pengecasan mobil listrik di saat malam dimana beban puncak menurun. “ Memang secara penjualan mungkin ada peningkatan sedikit tapi secara beban tidak begitu besar,” katanya.

Sambut Mudik Lebaran
Secara terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjelaskan, dalam rangka persiapan mudik Lebaran PLN telah menghadirkan 1.000 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), 6.700 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), dan 600 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Kami sudah pastikan di setiap rest area ada SPKLU dan juga berjalan dengan waktu kami tambah. Kalau di jalan non-tol [jalan nasional], kami juga sudah membangun suatu pemetaan jadi ke depannya bisa lewat tol bisa juga tidak lewat tol,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (10/3/2023).

Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan sekaligus percobaan pada mudik 2022 lalu dengan menggunakan kendaran listrik. Ketiga infrastruktur stasiun pengisian tersebut telah tersedia dari Jakarta, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, hingga ke Bali. Selain itu, SPKLU juga tersedia di rest area Tol Cipali, Tol Palimanan-Kanci (Cirebon-Semarang), Tol Batang-Semarang, Tol Semarang-Solo, Tol Sragen-Surabaya dan seluruh ruas Tol Trans Jawa lainnya hingga ke wilayah Bali yang dipastikan aman.

“Untuk yang SPBKLU ini kami bekerja sama dengan manufactur lain agar nanti selanjutnya sampai ke Sumatra, Sulawesi, sampai ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di samping itu, dia menjelaskan kehadiran SPBKLU sebanyak 1.000 unit itu untuk mewujudkan ekosistem penggunaan kendaraan bermotor listrik yang lebih efisien. Adapun, SPBKLU diperuntukkan battery swap atau penukaran baterai yang dapat dilakukan 2-3 menit.

Sementara itu, menurutnya, jarak tempuh kendaraan bermotor listrik berbasis baterai seperti Volta, Gesits, dan Selis hampir serupa yaitu 60 km untuk sekali charging dengan rata-rata pengisian baterai selama 4 jam.

“Artinya dengan menambah SPBKLU ini maka jarak tempur motor listrik menjadi bisa diperpanjang lagi, dan pergantian baterainya sangat cepat,” ungkapnya.

Kehadiran SPLU akan lebih memperlancar ekosistem kendaraan listrik jelang mudik lebaran 2023, apalagi PLN memiliki rencana menambah pasokan hingga 12.000 unit SPLU pada tahun ini.

“Dengan maraknya kendaraan motor listrik, nanti isi bensin di SPLU bisa dilakukan. Nanti para pengguna motor listrik bisa mengisi motro listriknya dimanapun mereka berada,” tandasnya. agk,jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.