POD Disetujui, Lapangan Ronggolawe Siap Jadi Mesin Produksi Baru Saka Energi

oleh -8 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Saka Energi Indonesia (SAKA) kembali mencatatkan langkah strategis dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Perusahaan hulu migas yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina ini resmi mengantongi persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (POD) Lapangan Ronggolawe–PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas.

Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting bagi SAKA dalam mempercepat transformasi sumber daya migas menjadi produksi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional. Lapangan Ronggolawe sendiri ditargetkan mulai berproduksi pada akhir 2029 dengan potensi produksi puncak mencapai 5.126 barel minyak per hari (BOPD).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi mengatakan, persetujuan tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong percepatan produksi migas baru dengan target onstream pada akhir 2029. Persetujuan POD itu menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan mengakselerasi konversi sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Fuji melalui keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, persetujuan pengembangan lapangan tersebut diperoleh setelah SAKA menyelesaikan serangkaian evaluasi teknis dan kajian komprehensif terhadap sumur appraisal RGL-3. Hasil analisis itu menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe yang berada di WK Pangkah.

Sebelumnya, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025 sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012. Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kembali melalui pengeboran sumur appraisal RGL-3 pada 2024.

Dalam rencana pengembangan yang telah disetujui, Lapangan Ronggolawe diproyeksikan mampu menghasilkan produksi puncak hingga 5.126 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).

Adapun total sumber daya lapangan tersebut diperkirakan mencapai 10 juta barel minyak yang dapat diproduksikan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama. Pengembangan lapangan akan dilakukan melalui pengeboran empat sumur pengembangan yang selanjutnya dihubungkan ke fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah menggunakan jaringan pipa bawah laut.

Keberadaan cadangan hidrokarbon di Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan karbonat CD Carbonate. Potensi tersebut telah dibuktikan melalui sejumlah evaluasi teknis, termasuk uji kandung lapisan atau drill stem test (DST), pengujian tekanan reservoir, serta analisis sampel fluida.

SAKA menargetkan Lapangan Ronggolawe mulai berproduksi pada akhir 2029. Kehadiran lapangan baru tersebut diharapkan dapat menambah pasokan minyak nasional di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas domestik.

Selain itu, pengembangan Lapangan Ronggolawe–PHE-7 juga menjadi bagian dari strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh perusahaan afiliasi Pertamina, yakni Pertamina Hulu Energi WMO.

Menurut Fuji, skema tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur eksisting sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi.

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” kata Fuji.

Dengan persetujuan POD tersebut, SAKA berharap pengembangan Lapangan Ronggolawe dapat menjadi salah satu kontributor pertumbuhan produksi perusahaan maupun produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target peningkatan ketahanan energi Indonesia.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.