PGN Saka Bangun Harmoni dengan Masyarakat Pesisir Melalui Pendekatan Community Based Security

oleh -49 views
oleh

Sebagai perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang merupakan bagian dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Subholding Gas Pertamina, PT Saka Energi Indonesia
(PGN Saka) senantiasa menempatkan hubungan harmonis dengan masyarakat sebagai salah satu fondasi utama keberlanjutan operasinya.

Dalam setiap langkah proses bisnisnya, PGN Saka berkomitmen untuk tumbuh berdampingan dengan masyarakat pesisir di sekitar wilayah kerja, dengan selalu menghormati nilai-nilai lokal dan membangun kepercayaan bersama.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penerapan Community Based Security (CBS) yakni pendekatan pengelolaan keamanan dan hubungan masyarakat berbasis partisipasi serta pemberdayaan komunitas lokal. Melalui CBS, PGN Saka tidak sekadar menjaga aspek keamanan operasional, tetapi juga menumbuhkan rasa saling pengertian, komunikasi terbuka, dan kemitraan yang sejajar antara perusahaan dan masyarakat. Prinsip yang dipegang teguh adalah falsafah: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Dalam kegiatan eksplorasi migas, salah satu tahapan penting adalah kegiatan pemboran, yang merupakan bagian dari proses menuju eksploitasi sumber daya migas. Proses ini melibatkan kehadiran rig sebagai elemen pendukung utama.

Melalui entitas usahanya, Saka Indonesia Pangkah Limited, PGN Saka menghadirkan Rig COSL SinoOcean Peace di salah satu fasilitas produksinya yaitu Wellhead Platform-D dan A (WHP-D dan WHP-A). Kedua platform ini berlokasi di perairan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini tentu memerlukan dukungan terhadap kelancaran operasional serta terciptanya kondisi lingkungan sosial yang kondusif. Perairan Ujungpangkah dikenal sebagai salah satu lokasi fishing ground aktif dan padat tangkap nelayan di wilayah pesisir utara Jawa Timur. Intensitas kegiatan nelayan sangat tinggi hampir setiap harinya.

Berdasarkan ketentuan dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) baik Perda RZWP3K Provinsi Jawa Timur maupun ketentuan nasional, wilayah ini termasuk dalam zona perikanan tangkap. Selain itu, karakteristik laut yang bersifat open access menjadikan setiap pihak memiliki hak untuk beraktivitas di area tersebut.

Menyadari kompleksitas kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, PGN Saka memilih pendekatan yang bersifat pemberdayaan dan partisipatif. CBS menjadi model yang terbukti efektif dalam membangun rasa saling percaya antara perusahaan dan masyarakat.

Sebagai bagian dari implementasinya, sebelum kedatangan Rig COSL SinoOcean Peace, PGN Saka melakukan sosialisasi dan koordinasi intensif dengan organisasi-organisasi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Rukun Nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Lamongan dan Gresik.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teknis terkait aktivitas operasional perusahaan, tetapi juga untuk memastikan para nelayan memahami pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan bersama di wilayah kerja migas. Hasil dari sosialisasi ini menunjukkan adanya dukungan dan kerja sama yang baik antara PGN Saka dan komunitas nelayan setempat.

Ketika Rig datang memasuki perairan Ujungpangkah dan mendekati platform, para nelayan turut berperan aktif dalam kegiatan pengawalan. Rig COSL SinoOcean Peace, yang ditarik
oleh kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Etzomer 1601 dan dibantu beberapa kapal pendukung lainnya, memerlukan area yang aman (clear area) dari potensi gangguan aktivitas nelayan maupun keberadaan rumpon. Keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengamanan ini menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan CBS, di mana masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai mitra aktif dalam mendukung kelancaran operasi perusahaan.

Peran para nelayan juga berlanjut saat Rig COSL SinoOcean Peace melakukan towing mendekati platform WHP-D maupun ketika bergeser tempat ke WHP-A. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama dengan adanya bentangan tali panjang yang dapat membahayakan perahu nelayan, khususnya pada malam hari. Di titik inilah peran nelayan dalam skema CBS menjadi sangat penting, untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan tanpa menimbulkan konflik maupun kesalahpahaman di lapangan.

Kegiatan pengawalan Rig oleh nelayan tidak hanya pada waktu datang, atau bergeser ke platform lain, namun pengawalan juga dilakukan ketika Rig akan meninggalkan perairan Ujungpangkah.

“Datang tampak muka, pergi tampak punggung”, ketika Rig datang dikawal masuk dan ketika Rig pergi dikawal keluar. Ini sebagai bentuk saling menghormati akan kearifan lokal sopan santun, ada kulonuwun (permisi datang) dan pamitan (izin mau pergi).

“Kami meyakini bahwa keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Purwanto Nugroho, Stakeholder Relations Manager PGN Saka.

Melalui penerapan Community Based Security, PGN Saka mampu memitigasi potensi risiko sosial yang mungkin timbul dari kegiatan operasional yang secara sosial tergolong risiko tinggi. Pendekatan ini tidak hanya menjadi instrumen manajemen sosial, tetapi juga wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun hubungan jangka panjang yang berlandaskan saling percaya dan saling menghormati.

Bagi PGN Saka, living in harmony dengan masyarakat sekitar bukan hanya sekadar slogan, melainkan strategi keberlanjutan yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Keberhasilan operasional yang berjalan lancar tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat.

Demikian pula masyarakat memperoleh nilai tambah karena merasa diorangkan (Jawa: diuwongke) dengan dilibatkan, ada peningkatan kapasitas, serta ada aspek pemberdayaan masyarakat.

Dengan sinergi yang terjalin melalui pendekatan CBS, PGN Saka berharap seluruh kegiatan operasional di wilayah kerja dapat berjalan lancar, sukses, dan terus mendapatkan dukungan
penuh dari masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasi. Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan social license to operate yang kuat, mendukung kelangsungan bisnis jangka panjang, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

”Melalui pendekatan living in harmony dan pelibatan aktif masyarakat, PGN Saka berupaya menciptakan sinergi yang saling menguatkan antara keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan
sosial. Dukungan dan kepercayaan masyarakat adalah salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan operasi kami,” tambah Purwanto.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.