Lima Proyek Energi Sampah Dimulai Juni 2026, Siap Olah 7.000 Ton per Hari

oleh -7 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – Pemerintah akan memulai pembangunan (groundbreaking) lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah pada Juni 2026. Proyek ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 7.000 ton sampah per hari sekaligus mendukung transisi energi bersih nasional.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan, lima proyek tersebut akan berlokasi di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar, dan Bandung. Proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, sementara proyek di Bandung Raya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.

“Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).

Ia merinci, PSEL Denpasar Raya dirancang mampu mengelola 1.200 ton sampah per hari dan melayani Kota Denpasar serta Kabupaten Badung. PSEL Kota Bekasi ditargetkan mengolah 1.400 ton per hari, sementara PSEL Bogor Raya berkapasitas 1.500 ton per hari. Untuk wilayah Yogyakarta Raya, kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai 1.000 ton per hari, melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Proyek ini diketahui telah memasuki tahap lelang sejak awal April lalu.

Adapun PSEL Bandung Raya menjadi proyek dengan kapasitas terbesar, yakni antara 1.853 hingga 2.131 ton per hari, yang akan melayani enam daerah, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.

Selain itu, pemerintah mencatat perkembangan proyek serupa di Palembang yang kini telah mencapai 74 persen konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Qodari menegaskan, pembangunan proyek-proyek ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota hingga 2029. Secara keseluruhan, kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 33.000 ton sampah per hari, atau sekitar 23 persen dari total timbulan sampah nasional.

Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya untuk mengatasi persoalan sampah nasional yang saat ini mencapai sekitar 141.296 ton per hari, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menuju energi baru terbarukan.

“Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular,” katanya.jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.