SURABAYA I GlobalEnergi.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggelar kunjungan bersama pimpinan media ke Migas Corner di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kegiatan ini dilakukan sebagai sarana edukasi dan pemahaman terkait peran strategis industri hulu migas sebagai pengawal ketahanan energi nasional.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan menegaskan, industri hulu migas merupakan sektor strategis yang padat modal, padat teknologi, dan memiliki tingkat risiko operasional yang tinggi. Oleh karena itu, kondusivitas wilayah serta dukungan informasi publik yang akurat menjadi fondasi mutlak bagi kelancaran operasional di lapangan.
“Industri hulu migas adalah sektor yang sangat vital bagi negara. Sinergi antara hulu migas dan media merupakan kemitraan profesional yang saling menghormati. Melalui karya jurnalistik rekan-rekan pers, masyarakat mendapatkan edukasi yang benar bukan hanya tentang proses teknis eksplorasi dan produksi, tetapi juga bagaimana dampak ekonomi serta efek bergandanya dikembalikan ke daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi,” kata Febrian saat memberikan sambutan dalam acara Media Engagement 2026 di Kampus ITS, Selasa (28/7/2026).
Seperti diketahui, keberadaan Migas Corner yang diresmikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 17 Juli 2025 itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat, akademisi, dan pelaku industri termasuk media untuk mendapatkan informasi terkini hulu migas. Sebagai etalase informasi itu meliputi, sejarah industri migas di Indonesia, tata kelola migas, termasuk stakeholder, alur industri hulu dan hilir, serta skema cost recovery dan gross split. Selanjutnya data migas, termasuk data wilayah kerja, teknis, dan produksi dan abandonment serta Video immersive tentang industri hulu migas.
Sebagai wujud nyata keterbukaan informasi dan komitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan, kata Febrian, kehadiran fasilitas edukasi hulu migas di lingkungan kampus menjadi bukti komitmen KKKS dan SKK Migas dalam mendekatkan pemahaman proses bisnis hulu migas, skema kontrak kerja sama, hingga program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada civitas akademika dan masyarakat luas.
Adapun KKKS Wilayah Jabanusa yang turut memperkuat sinergi ini meliputi: PHE WMO, PEP Poleng Field, PEP Cepu Field, PEPC Zona 12, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Kangean Energy Indonesia Limited, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Searah Ketapang II Limited, Saka Indonesia Pangkah Limited, MedcoEnergi Madura Offshore, MedcoEnergi Sampang, Prima Energy Bawean, serta TIS Petroleum.
“Melalui penguatan kemitraan ini, SKK Migas dan seluruh KKKS Wilayah Jabanusa berharap sinergi yang telah terbangun dengan media dapat terus terjaga secara berkelanjutan, sehingga keberlangsungan pasokan energi nasional dan kelancaran proyek-proyek strategis migas di Jawa Timur dapat berjalan aman, kondusif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Masyarakat,” kata Febri.

SKK Migas Jabanusa turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers di Jawa Timur atas rekam jejak pemberitaan sektor hulu migas yang selama ini terbukti sangat positif, objektif, dan berimbang. Kedewasaan jurnalistik para awak media dinilai berperan besar dalam menjaga iklim investasi dan keharmonisan hubungan operasional di daerah.
Febrian menambahkan, ruang komunikasi dua arah antara SKK Migas, KKKS, dan Media akan berjalan optimal apabila disandarkan pada semangat yang sama, yakni mengawal pembangunan nasional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Dengan menjadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai panduan utama, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya mencerdaskan masyarakat, tetapi juga mengawal ketahanan energi nasional sebagai modal penting pembangunan bangsa. Kami menitipkan ruang informasi publik ini untuk bersama-sama kita rawat demi kepentingan bersama,” kata Febrian.agk





