2026, Produksi Batubara Dipangkas Jadi 600 Juta Ton

oleh -42 views
oleh

JAKARTA I GlobalEneregi.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah bakal memangkas produksi batu bara menjadi di level sekitar 600 juta ton pada 2026. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Namun, Bahlil menekankan proyeksi angka produksi pada 2026 belum final dan masih dikaji oleh direktur jenderal mineral dan batu bara (dirjen minerba).

“Dirjen minerba lagi menghitung, yang jelas di sekitar 600 juta lah. Sekitar itu batu bara, kurang lebih lah. Bisa kurang atau bisa lebih sedikit,” tutur Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2025, Kamis (8/1/2026).

Ia menuturkan, pemangkasan kuota produksi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 tersebut bertujuan untuk mengungkit harga batu bara yang terus melemah imbas kelebihan pasok di pasar global.

Menurutnya, Indonesia turut memiliki andil besar dalam pasokan batu bara global. Dari 1,3 miliar ton volume batu bara yang diperdagangkan di dunia, kata Bahlil, Indonesia menyuplai sekitar 514 juta ton atau 43% dari pasokan batu bara global

“Kami akan revisi kuota RKAB. Jadi produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang ini kita wariskan ke anak cucu. Jangan cara berpikir kita mengelola sumber daya alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang,” kata Bahlil.

Sementara itu, sepanjang 2025, produksi batu bara Indonesia tercatat mencapai 790 juta ton. Produksi ini jauh melampaui target 2025 yang dipatok sebesar 739,7 juta ton. Namun, masih jauh lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2024 yang mencapai 836 juta ton.

Produksi Nikel
Selain batu bara, Bahlil juga bakal memangkas produksi nikel. Alasannya pun sama, yakni demi menjaga harga nikel di pasar global. Kendati demikian, dia belum bisa membocorkan berapa volume pemangkasan yang akan dilakukan itu.

Menurutnya, produksi nikel pada 2026 bakal disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Nikel akan kami sesuaikan dengan kebutuhan industri. Dan kami akan buat permintaan agar industri besar harus beli ore nikel dari pengusaha tambang, jangan ada monopoli. Kita ingin investor kuat, tapi pengusaha daerahnya juga kuat. Supaya ada kolaborasi,” kata Bahlil. jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.