Cepu – PT Pertamina EP Cepu Field (PEP Cepu Field) Zona 11 menghadirkan Program Pusaka Blora (Pusat Agrikultur dan Organik Pertamina di Kabupaten Blora) sebagai salah satu Program Pengembangan Masyarakat (PPM).
Program ini merupakan bukti nyata mendukung penguatan ketahanan pangan dan kemandirian petani. Program Pusaka Blora diinisiasi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani, mempromosikan pertanian ramah lingkungan, mengedukasi dan mendampingi masyarakat secara berkelanjutan, serta melakukan konservasi lingkungan dan pemulihan lahan.
Kolaborasi antara PEP Cepu Field dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat Blora melalui program Pusaka Blora berhasil menghadirkan sebuah inisiatif pertanian berkelanjutan yang menerapkan System of Rice Intensification (SRI). SRI merupakan metode yang dirancang untuk memaksimalkan potensi padi dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
SRI berfokus pada pengelolaan budidaya padi yang lebih efisien dengan menata kembali cara petani dalam mengelola tanah, air, dan benih agar pertumbuhan padi dapat berlangsung secara optimal. Pendekatan ini tidak bergantung pada teknologi modern, melainkan memanfaatkan kearifan lokal, serta peralihan bertahap dari penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
Pergeseran ini tidak hanya membantu memulihkan kesuburan tanah, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas panen sehingga menghasilkan panen yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Penerapan metode SRI yang terintegrasi dengan pertanian organik menjadi dasar keberhasilan Program Pusaka Blora. Melalui pendampingan berkelanjutan dari PEP Cepu Field, para petani mulai merasakan perubahan nyata pada kondisi tanah dan produktivitas lahan mereka. Dampak positif tidak hanya terlihat dari proses budidayanya, tetapi juga pada hasil panen yang meningkat signifikan.
Salah satu implementasi dari Program Pusaka Blora adalah kegiatan Panen Raya Beras Organik yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2025 di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan program karena menunjukkan secara langsung keberhasilan transformasi pertanian organik yang telah dijalankan sejak 2023.
Panen Raya tersebut menampilkan hasil nyata dari sebelumnya hanya sekitar dua ton per hektar pada 2020-2021, menjadi 6-8 ton per hektar dengan siklus tanam yang dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun.
Pada kegiatan ini, PEP Cepu Field bersama pemerintah daerah, kelompok tani dan masyarakat lokal melakukan panen bersama sekaligus meninjau lokasi produksi pupuk organik yang dikelola masyarakat. Pupuk yang dihasilkan berasal dari limbah kotoran ternak dan limbah organik rumah tangga dengan volume produksi mencapai 5-6 ton per minggu sehingga petani dapat menghemat biaya produksi hingga Rp3-4 juta setiap musim tanam serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Bupati Blora, Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan, Desa Sidorejo kini menjadi salah satu desa percontohan pertanian organik terbesar di Blora dengan luas 10,4 hektar sebagian besar telah tersertifikasi. Dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan pertanian organik melalui pelatihan, bantuan sarana produksi hingga fasilitasi sertifikasi agar produk beras organik Sidorejo bisa memasuki pasar nasional.
“Upaya ini sejalan dengan Asta Cita, SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab),” katanya.
Sr Manager Relations Regional 4 Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono dalam sambutannya menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah serta kelompok tani.
“Panen Raya menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi tiga pilar pemerintah, perusahaan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Energi yang dihasilkan Pertamina bukan hanya untuk menggerakan mesin industri tetapi juga untuk menumbuhkan kehidupan berkelanjutan bagi masyarakat melalui pemberdayaan yang konsisten,” katanya.
Selain kegiatan Panen Raya di Desa Sidorejo, Implementasi lain dari Program Pusaka Blora juga terus berjalan di desa-desa lainnya termasuk Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Kegiatan Tanam Padi Organik SRI dihadiri Bupati Blora, PT. SPP, DPRD, Pemerintah Daerah, Asosiasi Petani Organik SAS (Selaras Alam Sejahtera) serta Pemerintah Desa Sumber. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas praktik pertanian organik di Kabupaten Blora, sekaligus memperkuat pertanian yang ramah lingkungan.
Dengan berbagai capaian ini, Pusaka Blora semakin kuat sebagai simbol transisi menuju masa depan hijau, di mana energi berperan menumbuhkan pangan, pangan yang memberikan kesehatan bagi masyarakat dan masyarakat yang mampu mandiri untuk membangun negeri mulai dari desa.*





