JAKARTA I GlobalEnergi.co – wartawan Majalah Global Energi, Supriyanto berhasil meraih penghargaan best of the best untuk karya Infografis dalam ajang kompetisi jurnalistik MediaMind 2025. Supri yang juga desain grafis Global Energi ini berhasil mengungguli sembilan finalis untuk kategori Infografis, yakni Achmad Aulia – Sonora Palembang, David Eka Issetiabudi – Bisnis.com, Dhana Kencana – IDN Times, Dyah Dwi Astuti – ANTARA, Elsya Rizkia Putri – Bisnis Indonesia, Erie Syahrizal – ANTARA, Helen Angelia – Context ID – Bisnis Indonesia, M Nurhadi Pratomo – Bisnis Indonesia dan Tri Noropujadi – ANTARA.
Penyerahan penghargaan ini digelar dalam acara Malam Apresiasi MediaMid 2025 di Jakarta, Kamis (11/12/2025) malam. Menariknya katagori infografis sendiri baru diadakan kali pertama di ajang tahun ini. Tahun sebelumnya MIND ID hanya menetapkan tiga katagori, yakni tulis, foto dan video.
”Global Energi berterima kasih kepada MIND ID yang mengapresiasi karya kami. Mudah-mudahan membuat semakin bersemangat mencipatakan karya terbaik ke depannya terutama terkait isu pertambangan dan sustainability,” kata Supri, usai menerima penghargaan.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menegaskan, pentingnya kolaborasi yang terbuka antara korporasi dan insan media untuk meningkatkan transparansi, objektivitas, serta mendorong kemajuan industri pertambangan nasional.
Wadirut juga memberikan apresiasi kepada para pemenang penghargaan MediaMIND 2025. Menurutnya, karya-karya tersebut akan menjadi pembelajaran penting untuk memperbaiki proses bisnis perusahaan.
“Saya yakin bahwa menang ataupun tidak menang, pasti dedikasi kita sama. Tapi kemenangan ini menunjukkan bahwa kita banyak belajar. Jadi segala karya yang telah ditorehkan oleh pemenang pada malam hari ini tentu akan kita jadikan pembelajaran yang penting untuk memperbaiki bisnis proses kita selanjutnya,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa kedekatan emosional antara korporasi dan media harus tetap menjaga objektivitas pemberitaan.
Ia menjelaskan, kritik dari media, termasuk dari institusi pers besar, sangat membantu perusahaan melakukan refleksi.agk





