Vale Indonesia Jaring Mitra Baru di Smelter Bahodopi

oleh -134 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menjaring mitra baru untuk proyek pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan tambang Bahodopi, Sulawesi Tengah. Proyek itu diperkirakan menelan investasi mencapai sekitar 2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp32,51 triliun (asumsi kurs Rp16.225 per dolar AS). Hitung-hitungan itu turut mencakup kebutuhan investasi untuk pengembangan tambang.

Saat ini, proyek smelter Bahodopi dioperasikan oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia, usaha patungan antara INCO bersama dengan GEM Hong Kong International Co. Ltd. INCO memegang 49% saham pada perusahaan smelter itu. Sementara sisanya dipegang oleh GEM Hong Kong International.

“Mayoritas masih GEM. Kita masih cari juga [partner untuk Bahodopi] Masih cari kemungkinan,” kata Head of Corporate Finance and Investor Relation INCO Andaru Brahmono Adi kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Andaru menyebutkan, proses penjajakan dengan sejumlah calon mitra potensial masih berlangsung, namun belum ada kesepakatan atau penandatanganan perjanjian hingga saat ini.

Fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 60.000 ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP). Fasilitas HPAL itu ditarget mulai beroperasi komersial paling cepat tahun depan.

INCO sendiri saat ini memiliki tiga proyek tambang yang tersebar di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, yang juga mencakup pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL). Total nilai investasi ketiga proyek tersebut mencapai sekitar US$8,5 miliar.

Bidik Saprolit
Dari sisi hulu tambang, INCO tengah menantikan persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk blok tambang Bahodopi, Sulawesi Tengah.

Adapun, revisi RKAB tersebut diajukan sehubungan dengan rencana INCO untuk mengerek produksi bijih nikel kadar tinggi atau saprolit mencapai 2 juta ton pada semester II-2025.

“Bahodopi secara teknis sudah siap operasi. Kontraktor, peralatan, semua sudah di lapangan. Begitu persetujuan final keluar, kami bisa langsung mulai produksi,” kata Andaru.

Sementara itu, manajemen INCO memperkirakan jadwal operasi dari Blok Bahodopi bisa dimulai akhir kuartal II-2025 atau awal kuartal III-2025.

Selain penjualan nickel matte, perseroan telah menjual sekitar 80.000 ton bijih saprolit kepada pembeli domestik, yang menandakan sumber pendapatan baru bagi perseroan tahun ini.

Realisasi pengiriman domestik itu menjadi bagian dari rencana penjualan yang disetujui sebesar 290.000 ton saprolit dalam RKAB akhir 2024.jef, ktn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.