JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Pertamina EP (PEP) mencatat produksi 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD) dan total produksi minyak dan gas sebesar 205.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut terpapar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai wujud tanggung jawab Perusahaan atas UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Kamis (5/6/2026) di Kantor Pusat Pertamina EP di Jakarta.
Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat mengatakan perusahaan mengelola fasilitas hulu migas di 5 aset di 22 lapangan operasi darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) yang tersebar di 13 provinsi di seluruh Indonesia.
“Perusahaan mencatatkan produksi 68.338 barel minyak per hari (BOPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dan total produksi minyak dan gas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD),” ungkap dia dalam keterangan tertulis, kemarin.
Menurut dia, kinerja tersebut turut didukung pelaksanaan pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan, serta penguatan kegiatan eksplorasi melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi. Upaya tersebut menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE dan tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 59 MMBOE.
“Capaian sepanjang lalu lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien,” kata Rachmat.
Lebih lanjut, menurut Rachmat, komitmen terhadap inovasi tersebut tercermin dalam keberhasilan liquid onstream perdana Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Pencapaian ini menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang hingga 7.250 BLPD, sebagai bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam mengembangkan cadangan dan meningkatkan kapasitas produksi melalui inovasi operasional. Seluruh tahapan pengembangan dijalankan dengan disiplin tinggi, didukung oleh pencapaian lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (Zero LTI) serta kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan.
“Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
RUPST Tahun Buku 2025 menegaskan komitmen Pertamina EP dalam menjalankan transformasi operasi yang adaptif dan berkesinambungan. Penguatan kinerja produksi, eksplorasi dan keuangan didukung dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), praktik Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pengembangan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi dan bisnis Perusahaan.
Dari sisi kinerja korporasi, Pertamina EP memperoleh credit rating AAA (Sangat Sehat), yakni peringkat tertinggi pada skala peringkat nasional yang diberikan oleh Fitch Ratings Indonesia. Capaian ini sebagai bentuk pengakuan atas fundamental bisnis dan pengelolaan Perusahaan yang baik. Aspek keselamatan kerja dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama Perusahaan.
Sepanjang 2025, Pertamina EP berhasil mencatatkan lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat serta meraih 17 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga kebencanaan, yang diimplementasikan di 30 kabupaten/kota di 13 provinsi dimana Perusahaan beroperasi. Program TJSL Pertamina EP turut memberikan manfaat kepada lebih dari 40 ribu penerima manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Jef,ktn





