PLN Teken Komitmen Kerja Sama Energi Terbarukan dengan China Rp 847 Triliun

oleh -32 views
Suasana penandatanganan MoU antara PLN dengan SGCC serempak dengan perusahaan lain di hadapan Presiden Joko Widodo pada Indonesia-China Business Forum di Beijing.

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan sembilan perusahaan asal China. Potensi valuasi kerja sama, termasuk pendanaan, mencapai sekitar 54 miliar dollar AS setara dengan Rp 847,8 triliun.

Penandatanganan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada 15-18 Oktober 2023. Kesepakatan itu diraih pada momentum Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing, China. Kesembilan MoU itu di antaranya berasal dari kerja sama dengan State Grid Corporation of China (SGCC), Trina Solar China, The Export-Import Bank of China, Sinosure, Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, State Development & Investment Corp. Ltd, Huawei Tech Investment, dan China Energy International Group.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengapresiasi kerja sama perseroan dengan perusahaan-perusahan energi kelas dunia yang ada di China. Dengan adanya forum ini, Darmo mengatakan, kerja sama antarpihak akan semakin kuat. Darmawan mengatakan, kerja sama dengan SGCC merupakan wujud kolaborasi bersama untuk dapat bergerak maju dalam transisi energi.

“PLN berharap melalui kerja sama ini, SGCC dan PLN dapat saling memperkuat satu sama lain. Bersama-sama, kita akan membangun jalur transmisi supergrid ramah lingkungan, smart grid, dan memperluas kemitraan ke depan,” kata Darmawan seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (17/10/2023).

Nantinya, kerja sama antara PLN dan SGCC juga mencakup studi bersama dalam pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan tenaga listrik, integrasi jaringan listrik hingga manajemen jaringan cerdas untuk meningkatkan sistem tenaga listrik yang andal, berkualitas dan ekonomis. Tidak hanya dengan SGCC, kerja sama PLN juga dilakukan dengan investor asal China lainnya, yaitu Trina Solar.

PLN melalui PLN Indonesia Power Renewables melakukan joint venture dengan Trina Solar, Sinar Mas, dan Agra Surya Energi untuk pembangunan pabrik sel dan panel surya terbesar se-Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

“Trina Solar ini perusahaan terkemuka dengan teknologi masa depan. Bersama-sama, kami telah meluncurkan joint venture manufaktur solar PV. Kami akan memperluas kapasitas dan produksi untuk memasok pasar solar PV skala besar di Indonesia,” kata dia.

Darmawan melanjutkan, pembangunan manufaktur solar PV di Kendal menunjukkan semangat kolaborasi yang terus diusung PLN. Kerja sama itu untuk memaksimalkan potensi energi surya di Indonesia yang besar, mencapai 207 gigawatt (GW). Kolaborasi seperti ini diharapkan bisa mengakselerasi skenario transisi energi pemerintah Indonesia yang ambisius, dengan target 75 persen penambahan kapasitas energi berasal dari energi terbarukan dan 25 persen sisanya dari gas alam pada 2040. Kesepakatan ini merupakan komitmen PLN guna mendukung pemerintah yang gencar mengundang investasi ke Tanah Air di bidang energi baru terbarukan.

Adapun, forum China-Indonesia Business Forum yang merupakan bagian dari The Third Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) yang diinisiasi oleh Chamber of Commerce Committee Tiongkok. BRF bertujuan menjalin kolaborasi dunia internasional yang meliputi konsultasi ekstensif, kontribusi bersama yang menguntungkan, menjalin kerja sama terbuka, hijau, bersih, dan berstandar tinggi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.