ICP Juni 2022 Melonjak Jadi 117,62 Dollar AS per Barel

oleh -49 views
Proyek hulu migas sangat menggiurkan di tahun 2021. (liputan6.com)

JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Juni 2022 sebesar 117,62 dollar AS per barel atau mengalami kenaikkan mencapai 8,01 dollar AS per barel dari posisi Mei 2022 109,61 dollar AS.

Keputusan harga ICP itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 75.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak mentah Indonesia Bulan Juni 2022 yang disahkan pada 1 Juli 2022 lalu. Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia melaporkan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar Internasional disebabkan karena kekhawatiran pelaku pasar minyak akibat ketidakpastian pasokan minyak mentah dunia dari OPEC+ untuk memenuhi target kuota produksi.

Ketidakmampuan itu berasal dari kurangnya investasi, pengenaan sanksi kepada Rusia, penurunan produksi Libya, Ekuador dan Nigeria, serta produksi UAE dan Arab Saudi yang berdasarkan kuota produksi telah mendekati kapasitas produksi maksimum.

“Selain itu, produksi shale oil AS tidak menunjukan peningkatan produksi yang berarti,” demikian dikutip dari laporan tersebut, Senin (4/7/2022).

Faktor lainnya adalah terkait pasokan minyak mentah dunia di mana OPEC dalam laporan bulan Juni 2022 menurunkan surplus pasokan minyak mentah dunia sebesar 400.000 barel minyak per hari (bopd) menjadi 1 juta bopd.

“Terkait permintaan minyak mentah dunia yaitu peningkatan permintaan permintaan minyak mentah Eropa seiring turunnya pasokan gas alam, serta permintaan BBM dan bahan bakar jet mengalami peningkatan memasuki puncak summer driving season di AS dan Eropa,” tulis laporan tersebut.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh marjin kilang yang tinggi, memberikan insentif yang pasti bagi kilang untuk memaksimalkan tingkat produksi. Untuk kawasan Asia Pasifik, selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah China untuk melonggarkan kebijakan pandemi dengan mengurangi masa isolasi bagi para pendatang dan mengizinkan pengoperasian kembali kilang-kilang independen.

“Faktor lainnya, peningkatan permintaan BBM dan bahan bakar jet seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan di India,” tulis laporan tersebut.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.