JAKARTA I GlobalEnergi.co – Upaya PLN Nusantara Power dalam menghadirkan energi yang lebih bersih terus menunjukkan hasil positif. Melalui program cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap, PLN NP berhasil memproduksi 245 Gigawatt hour (GWh) energi hijau sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Capaian ini melampaui target sebesar 14,7%.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan, cofiring biomassa merupakan solusi transisi energi yang realistis karena dapat diterapkan pada pembangkit eksisting secara bertahap.
“Cofiring biomassa adalah salah satu bentuk nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung transisi energi nasional. Kami mengoptimalkan aset pembangkit yang ada agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih, tetap andal, dan berkelanjutan,” ujar Ruly dalam siaran pers, Kamis (29/4/2026).
Sepanjang tahun 2025, cofiring biomassa PLN NP telah beroperasi secara komersial di 25 PLTU. Dari program tersebut, PLN NP berhasil memproduksi energi hijau sebesar 1.041 GWh dan mencatatkan reduksi emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 melalui produksi 245 GWh energi hijau, dengan kontribusi pengurangan emisi karbon sebesar 286 ribu ton CO2e.
Menurut Ruly, keberhasilan cofiring di 25 PLTU menunjukkan bahwa langkah menuju pembangkitan rendah emisi dapat dilakukan secara konkret. Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekosistem biomassa di berbagai daerah.
Program cofiring juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, memperkuat rantai pasok biomassa, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah operasi pembangkit.agk





