JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui PLN EPI Investasi memperluas pengembangan energi berbasis biomassa dengan menggandeng PT Young Aviation Indonesia dan PT Berkah Inti Daya.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan tanaman sorgum sebagai sumber biomassa.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa nasional untuk mendukung implementasi program co-firing pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif melalui pengembangan tanaman energi berkelanjutan.
Direktur Utama PLN EPI Investasi, Yongky Permana Ramlan mengungkapkan, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan biomassa berbasis sorgum dengan pendekatan terintegrasi, mencakup studi aspek investasi, teknis, dan komersial. Peningkatan kapasitas produksi biomassa menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar alternatif bagi pembangkit PLN.
“Kami berharap kolaborasi berbagai pihak dalam pemanfaatan sorgum ini dapat meningkatkan kapasitas produksi biomassa nasional sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN,” jelas Yongky dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (29/3/2026).
Dari sisi mitra, Direktur Utama PT Young Aviation Indonesia Jung Young Geun menyebut hasil uji coba menunjukkan produktivitas sorgum yang cukup tinggi, mencapai sekitar 65 ton biomassa per hektare.
Sementara itu, Direktur Utama PT Berkah Inti Daya, Eri Prabowo menilai pengembangan sorgum berpotensi menjadi alternatif strategis dalam penyediaan biomassa, bahkan berpeluang menjadi terobosan baru dalam skema co-firing batubara.
Di sisi internal, Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir menekankan pentingnya percepatan penyusunan rencana bisnis guna memastikan keekonomian proyek dan skala implementasi yang optimal.
Ia menambahkan, inisiatif ini turut mendapat dukungan lintas kementerian, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Desa, serta Kementerian Koperasi.
PLN EPI memandang pengembangan sorgum tidak hanya berkontribusi pada penyediaan energi, tetapi juga berpotensi mendorong nilai tambah ekonomi dan memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang, sejalan dengan agenda transisi energi nasional.jef





