Bos PLN Sebut Batubara Mulai Mengalir ke PLTU Raksasa di Jawa

oleh -8 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo memastikan pasokan batu bara untuk PLTU di Pulau Jawa mulai terisi.

Darmawan mengatakan perseroannya bersama dengan pemasok batu bara telah melakukan percepatan penandatanganan kontrak pengadaan untuk mengatasi defisit setrum yang belakangan terjadi di Pulau Jawa. Percepatan kontrak pengadaan batu bara juga dilakukan oleh pengelola pembangkit swasta (IPP) yang ditugaskan pemerintah.

“Saat ini proses penyaluran medium range coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa,” kata Darmawan saat konferensi pers di gedung pusat PLN, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam.

Darmawan berharap, pengiriman batu bara ke sejumlah PLTU raksasa di Pulau Jawa itu dapat mengerek ketahanan sistem kelistrikan yang belakangan lumpuh. Beberapa PLTU besar yang telah menerima pasokan batu bara tambahan pada periode ini di antaranya PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1 sampai PLTU Suralaya 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10 dan PLTU Indramayu yang mendukung sistem di Jawa Bagian Barat.

Sementara itu, beberapa PLTU lainnya di Jawa Bagian Timur yang mendapat tambahan pasokan batu bara di antaranya PLTU Paiton 1, PLTU Paiton 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-Awar.

“Dalam kondisi seperti ini kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, dua pembangkit IPP,” kata Darmawan.

Di sisi lain, Darmawan menuturkan, tim PLN telah terjun ke dua pembangkit tersebut untuk melakukan perbaikan bersama dengan tim internal dari IPP tersebut.

“Agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar sehingga bisa pulih dan memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM membeberkan PLN kekurangan sekitar 20 juta ton stok batu bara untuk pembangkit tahun ini. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan PLN baru mengamankan 134 juta ton kontrak batu bara. Padahal, total kebutuhan batu bara PLN diproyeksikan mencapai 154 juta ton sampai akhir tahun.

“Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134 juta. Itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan,” kata Yuliot kepada awak media di Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).

Yuliot menegaskan kementeriannya telah melakukan evaluasi untuk kebutuhan batu bara PLN. “Sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN dan itu dipenuhi,” kata Yuliot.

Padam Bergilir
Belakangan, PLN menerapkan pemadaman bergilir di sebagian wilayah Pulau Jawa yang disebabkan karena gangguan teknis pada dua pembangkit besar. Pemadaman listrik bergilir masih melanda sejumlah wilayah Kota Surabaya, Jumat (19/6) malam. PT PLN menyebut hal itu disebabkan karena adanya kendala teknis operasional pembangkit, serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan.

Pantauan di sejumlah lokasi, wilayah yang mengalami pemadaman listrik ialah kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng serta Jalan Pandugo, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Lampu penerangan jalan di kawasan tersebut terlihat padam. Namun lalu lintas masih terpantau lancar tanpa kemacetan berarti.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Timur Dana Puspita Sari mengatakan, sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun ada sejumlah kendala yang dialami. Hal itu membuat PLN harus melakukan manajemen beban.

“Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” kata Dana dalam keterangannya, Jumat malam.

Dana mengatakan, manajemen beban itu harus dilakukan karena terdapat dua unit pembangkit besar di Jatim yang mengalami kendali. Meski begitu ia tak menyebutnya secara detail. agk,jef,bt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.