JAKARTA I GlobalEnergi.co – Ditjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minerba mencapai Rp 48,95 triliun per 30 April 2026.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, realisasi itu tumbuh 6,21% dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp46,09 triliun.
“Dari sisi PNBP realisasi Ditjen Minerba saat ini dari periode Januari sampai April mencapai Rp48,95 triliun, sebenarnya kalau ditarik sampai 15 Mei mencapai Rp55 triliun,” kata Tri dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (19/5/2026).
Adapun, target PNBP 2026 ditetapkan sebesar Rp134 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,36% dibandingkan target PNBP minerba pada 2025 yang ditetapkan sebesar Rp124,7 triliun.
“Dan dari sisi target [PNBP] 2026 sudah mencapai jumlah meningkat dibanding 2025,” kata Tri.
Kendati realisasi PNBP naik, sektor pertambangan nasional menghadapi tantangan yang tidak mudah pada tahun ini. Hal itu tecermin dari kontraksi sebesar 2,14% (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2026. Pelemahan itu terjadi di tengah pembatasan kuota produksi, keterlambatan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) hingga melemahnya permintaan global.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan yang terkoreksi sebesar 2,14% pada kuartal I/2026 itu terjadi di tengah kinerja ekonomi yang tetap tumbuh positif yakni sebesar 5,61% yoy.
Sebagai gambaran, sektor pertambangan masih menjadi salah satu kontributor utama penopang utama produk domestik bruto (PDB), bersama dengan empat sektor lainnya yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi, sektor pertambangan berkontribusi sekitar 63,52% terhadap total PDB.
Tak hanya secara tahunan, kontraksi kinerja sektor pertambangan juga tecermin pada periode kuartalan. BPS mencatat laju perkembangan industri pertambangan terkoreksi hingga 8,20% pada kuartal I/2026 bila dibandingkan dengan realisasi pada kuartal IV/2025. Hal itu sejalan dengan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 yang terkontraksi 0,77% bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.jef, bc







