PLN Jual Beli Listrik 326 MVA dengan Sejumlah Perusahaan Tambang Batubara

oleh -7 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) dengan besaran total 326 megavolt ampere (MVA) serta nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan pertambangan batu bara.

PJBTL dan MoU tersebut diteken dengan PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.

MoU yang ditandatangani juga membuka ruang bagi anak usaha PLN bekerja sama dengan PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, dengan PT Maruwai Coal untuk pekerjaan pembangunan instalasi pelanggan, dan dengan PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan perancangan sistem dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati mengidentifikasi titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang.

“Untuk itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling ini menjadi salah satu langkah konkret untuk bagaimana kita meningkatkan efisiensi operasional sekaligus juga menurunkan emisi,” ujar Dini melalui siaran pers, Selasa (21/4/2026) petang.

Dalam keterangan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Priyadi meyakini sinergi tersebut dapat menjadi upaya memperpendek rantai pasok energi fosil impor demi keberlanjutan industri.

“Nah ini adalah kesempatan yang baik, baik bagi kita produsen batu bara maupun PLN sebagai penyedia setrumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan,” ujar Priyadi.

Sekadar catatan, PLN mengumumkan telah mengamankan pasokan batu bara sebanyak 163 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sepanjang tahun ini.

Direktur Manajemen Pembangkit PLN Rizal Calvary menyatakan mulanya perseroan mendapatkan komitmen pasokan batu bara sekitar 152 juta ton, tetapi dalam perkembangannya kini meningkat menjadi 163 juta ton.

Dengan begitu, Rizal mengklaim pasokan batu bara untuk PLTU perseroan sudah dalam kondisi aman untuk sepanjang tahun ini.

“Sekarang saja kita sudah dapat komitmen RKAB itu 160 juta. Dari awalnya cuma sekitar 152 [juta ton], sekarang jadi 163 [juta ton]. Betul [pasokan aman hingga Desember 2026],” kata Rizal ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (13/4/2026).

Selain dari delapan perusahaan batu bara besar, Rizal menyatakan tambahan pasokan batu bara tersebut didapatkan dari penambang-penambang kecil yang melakukan kontrak baru dengan perseroan.jef, bloomberg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.