Kebutuhan Investasi Infrastruktur Listrik RI Diprediksi Tembus Rp 8.561 Triliun

oleh -3 views
oleh

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan akan melampaui 500 miliar dollar AS atau setara Rp8.561 triliun (asumsi kurs Rp17.123 per dollar AS) untuk mendukung proyek transmisi dan transisi energi dalam dekade mendatang. Investasi itu juga tak lepas dari rencana pembangunan dua proyek transmisi high voltage direct current (HVDC) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Rencana itu seiring kebutuhan mendesak interkoneksi sistem kelistrikan nasional, seiring masifnya penambahan energi terbarukan yang tersebar dan jauh dari pusat permintaan.

PLN mulai mengarahkan penguatan jaringan transmisi sebagai tulang punggung transisi energi. Tanpa interkoneksi yang memadai, lonjakan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan berisiko tidak terserap optimal.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut dia, masa depan energi Indonesia harus bertumpu pada pemanfaatan sumber daya domestik yang efisien dan berkelanjutan.

“Dengan semangat kebersamaan, kita bisa menciptakan masa depan energi yang lebih baik. Kita ingin menghadirkan energi yang lebih terjangkau, mendorong investasi lebih besar, serta mempercepat pembangunan nasional,” ujar Darmawan melalui keterangan resmi dikutip, Selasa (21/5/2026).

Dalam RUPTL 2025-2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah itu, sebanyak 76% berasal dari energi terbarukan seperti surya, air, angin, panas bumi, serta didukung oleh sistem penyimpanan energi (baterai dan pumped-storage hydropower).

Lebih terperinci, target energi terbarukan dalam RUPTL tersebut mencakup 42,6 GW dari energi baru terbarukan (EBT), meliputi 17,1 GW tenaga surya, 11,7 GW air, 7,2 GW angin, dan 5,2 GW panas bumi.

Ambisi ini diperkuat target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW dalam waktu relatif singkat. Pemerintah juga mengalokasikan dukungan fiskal untuk ketahanan energi sebesar Rp402,4 triliun pada 2026.

Darmawan sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan jaringan transmisi sepanjang sekitar 48.000 kilometer sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Jaringan transmisi ini dibutuhkan untuk menjembatani ketimpangan antara lokasi sumber energi terbarukan yang umumnya di daerah terpencil dan pusat permintaan listrik di kawasan ekonomi utama.

Proyek interkoneksi Sumatra-Jawa yang menggunakan teknologi HVDC, dengan panjang sirkuit 112 kilometer, menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah yang saat ini sedang dalam tahap persiapan.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar menuturkan, terdapat opsi pendanaan berbasis swasta untuk pengembangan proyek HVDC.

Pria yang juga menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN itu mengatakan, pihaknya juga telah menyelenggarakan workshop mengenai pengembangan proyek HVDC. Workshop tersebut menggandeng CIGRE Indonesia (Conseil International des Grands Réseaux Électriques).

Workshop ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, hingga pemangku kepentingan global untuk membahas peran teknologi HVDC sebagai tulang punggung interkoneksi listrik hijau di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari peran strategis MKI sebagai platform penghubung semua pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan. Ibi khususnya dalam memperkuat kolaborasi untuk memastikan transisi energi dapat tercapai secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Dia menyoroti pentingnya konektivitas antar pulau seperti Sumatra dan Jawa. “Interkoneksi ini bukan lagi wacana, tetapi kebutuhan krusial untuk mendukung transisi energi dan memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional,” jelasnya.jef, bc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.