Kementerian ESDM Targetkan Groundbreaking Proyek PLTSa Pertengahan 2026

oleh -23 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada pertengahan 2026. Proyek ini ditujukan untuk 34 titik di berbagai kabupaten/kota dan diharapkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, pemerintah sudah membuka lelang untuk proyek PLTSa tersebut. Dengan proses lelang yang berjalan, ia optimistis beberapa proyek bisa memulai pembangunan pertengahan tahun ini.

“Jadi diharapkan tahun 2026 pertengahan ini sudah ada yang dilakukan groundbreaking,” ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Meski begitu, Yuliot belum merinci jumlah proyek yang akan mulai dibangun pada periode tersebut. Ia menargetkan beberapa PLTSa bisa mulai beroperasi pada 2027.

Menurut Yuliot, biasanya proyek PLTSa membutuhkan waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun untuk pembangunan apabila lahan sudah tersedia.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan groundbreaking proyek Waste to Energy (WtE) atau PLTSa pada Maret 2026.

CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pihaknya kini lebih cepat mendapatkan pemenang lelang dibanding sebelumnya, yang memakan waktu tiga hingga empat tahun per proyek.

“Dulu negosiasinya satu project (PLTSa) 3-4 tahun, baru putus (selesai). Sekarang, kita baru buka (lelang) Desember kemarin, mulai bidik di awal, target kita Maret sudah bisa groundbreaking,” ungkap Rosan dalam agenda diskusi bertajuk Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas di Jakarta, dikutip Senin (19/01/2026).

Rosan menambahkan, program WtE sebenarnya sudah ada sejak 2014, namun belum berjalan optimal. Hingga kini, hanya PLTSa di Surabaya dan Surakarta yang sudah beroperasi. Meski demikian, minat terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi terus meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Faktor ketidakpastian itu, sehingga kalau kita lihat kan sampah itu sudah sangat banyak, kalau kita lihat minatnya sangat luar biasa, dalam maupun luar negeri,” tutur Rosan.jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.