JAKARTA I GlobalEnergi.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengalokasikan liquefied natural gas (LNG) sekitar 120 kargo untuk periode Januari-Juni 2026.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, kepastian pasokan tersebut disiapkan untuk menjaga kontinuitas penyaluran gas, termasuk sebagai antisipasi jika terjadi gangguan pada jaringan pipa gas.
“LNG Januari-Juni sudah aman. Jumlahnya kalau untuk sampai dengan Juni sekitar 120 kargo,” ujar Djoko dikutip Kamis (25/12/2025).
Menurut Djoko, keberadaan LNG menjadi penyangga pasokan apabila terjadi penurunan suplai gas pipa dari hulu maupun kendala infrastruktur. Gangguan tersebut kerap muncul akibat faktor teknis hingga bencana alam.
Ia mencontohkan, gangguan infrastruktur pipa migas sempat terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara akibat banjir dan longsor.
Kerusakan pipa tersebut berdampak pada penurunan lifting, khususnya minyak bumi, menjelang akhir tahun.
“Kita kemarin ada pipa bocor baik di Aceh maupun di Sumatra Utara, juga pipa pecah di Exxon, sehingga kita kekurangan banyak. Harusnya harian kita sudah 605.000 bopd, turun lagi. Iya, karena longsor jadi pipa pecah,” ujar Djoko.
Djoko menambahkan, pemerintah bersama SKK Migas terus melakukan upaya pemulihan agar kinerja lifting dapat kembali ke jalur target.jef





