SURABAYA I GlobalEnergi.co – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus terus memperluas jaringan distribusi produk Pertamax Green 95 di wilayah Jatim. Sampai semester I 2025 tercatat total SPBU penjual BBM dicampur bioethanol 5% (E5) ini sebanyak 24 SPBU yang tersebar di Surabaya, Gresik, Lamonga, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, Tuban, Tulungagung, Batu hingga Kota Malang.
“Secara bertahap kami akan terus memperluas jaringan distribusinya. Apalagi Lokasi kita lebih dekat dengan sumber bahan baku campuran yang dihasilkan PT Energi Agro Nusantara anak usaha PTPN X yang berlokasi di Mojokerto,” kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi dihubungi Global Energi, Jumat (8/8/2025).
Kondisi yang dekat tersebut, lanjut Ahad, tentunya lebih menguntungkan bagi Jatim atas jaminan ketersedian bahan baku produk Pertamax Green 95. Namun demikian percepatan penyebaran distribusi ini juga sangat tergantung dari kajian penerimaan atau animo publik atas produk BBM ramah lingkungan ini. Tidak hanya melihat bagaimana serapan pasar.
“Karena konsumen pertamax green 95 umumnya mereka yang sudah sangat perduli dengan BBM yang ramah lingkungan dan rendah emisi,” katanya.
Terkait dari sisi jumlah serapan, Ahad menyebutkan, selama semester I 2025 tercatat total penjualan sebanyak 1.136 kiloliter (KL). Padahal tahun 2023 konsumsinya tercatat baru 420 KL.
“Target kami sampai akhir tahun 2025 bisa menembus 2.441 KL,” ujarnya.
Penyebaran jaringan distribusi tidak hanya di Jatim tetapi sudah memasuki wilayah Jateng. Awal Juni lalu Pertamina resmi meluncurkan produk Pertamax Green 95 di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Regional Jawa Bagian Tengah, salah satunya bertempat di SPBU Coco Pertamina 41.502.02 di Kota Semarang.
Dengan dimulainya pemasaran produk ini di Jawa Tengah maka sampai saat ini Pertamina telah memiliki 119 SPBU yang menjual produk Pertamax Green 95 dimana wilayahnya tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Dan nanti ada kemungkinan juga penyeberannya sampai ke SPBU yang ada di sepanjang tol. Kita kaji semua bagaimana animo pasarnya terhadap produk ini,” kata Ahad. agk





