Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) merupakan salah satu perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Jawa Timur, memiliki komitmen dalam melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan di Kabupaten Sumenep. Sebagai bentuk nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, KEI terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar wilayah operasi melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2024. Program kontribusi berupa pembangunan sosial, kesehatan, Pendidikan, serta pelestarian lingkungan.
Konservasi Terumbu Karang: Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
KEI bersama SKK Migas, dengan menyadari pentingnya pelestarian lingkungan di wilayah sekitar operasi, menjadikannya bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Salah satu kegiatan utamanya adalah konservasi terumbu karang, yang dilakukan bekerja sama dengan Karang Taruna dan Kelompok Pemuda di Kecamatan Sapeken.
Kegiatan ini berawal dari pendampingan penanaman terumbu karang kepada Karang Taruna Desa Sadulang sejak tahun 2023. Kemudian tahun 2024, kegiatan diperluas menjadi transfer knowledge antara Karang Taruna Desa Sadulang kepada Karang Taruna Desa Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil, yang berupa pelatihan mengenai teknik dan metode konservasi terumbu karang, serta meningkatkan peran aktif dalam menjaga lingkungan laut. Kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya dalam melestarikan lingkungan laut, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Hal ini juga sejalan dengan upaya KEI dalam mendukung pencapaian Green PROPER (Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menunjukkan dedikasi perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan yang bertanggung jawab.
Program Cendana: Cegah Stunting dengan Pangan Lokal
Untuk menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pencegahan stunting di wilayah sekitar operasi, KEI melaksanakan Program Cendana. Program ini merupakan inovasi dalam penanganan stunting, berfokus pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis real food dari kekayaan pangan lokal, khususnya ikan sebagai sumber utama untuk PMT karena merupakan sumber daya yang melimpah di daerah kepulauan. Tidak hanya menekankan pada pemenuhan gizi, KEI juga mengedepankan prinsip zero waste dalam setiap proses produksi dan distribusi makanan tambahan kepada kelompok sasaran.

Selain itu, dilakukan juga peningkatan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan intensif. Pelatihan mencakup pemantauan tumbuhkembang balita, edukasi gizi, dan teknik komunikasi yang efektif kepada orang tua. Dengan pendekatan menyeluruh ini, Program Cendana tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi pada masa awal pertumbuhan anak.
Dorong Kualitas Pendidikan Melalui Peningkatan Kompetensi Guru
Di bidang pendidikan, KEI memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kompetensi guru honorer di wilayah kepulauan, khususnya di Desa Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil. Untuk meningkatkan kompetensi, para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya literasi dan numerasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran.

Kegiatan sosialisasi pembuatan bahan ajar menjadi langkah strategis dalam membekali guru honorer dalam menyusun materi pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan. Program ini tidak hanya teori, tetapi juga mencakup pendampingan langsung, di mana para guru honorer didampingi secara langsung dalam proses penyusunan hingga menghasilkan produk pembelajaran yang berkualitas.
Langkah ini sejalan dengan visi PPM untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya melalui pendidikan yang berkualitas.
PROPER HIjau: Sinergi Energi dan Lingkungan Hidup
Keberhasilan KEI dalam mempertahankan predikat Green PROPER untuk penilaian 2023–2024 menjadi bukti kuat akan komitmen perusahaan terhadap praktik industri yang ramah lingkungan.
Dengan melaksanakan PPM yang sejalan dengan standar PROPER Hijau, KEI menegaskan bahwa keberadaan industri migas dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Ini bukan hanya soal energi, tapi juga tentang kontribusi nyata dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi erat dengan masyarakat dan pemerintah, SKK Migas dan KEI membuktikan bahwa keberadaan industri migas dapat menjadi pendorong kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.*





