SURABAYA I GlobalEnergi.co – Sejumlah titik stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang berpotensi padat selama masa mudik Lebaran tahun ini. Mudik dari arah Jakarta menuju area tengah dan timur Jawa, kepadatan kemungkinan bakal terjadi Cirebon, Batang, Semarang, hingga Ngawi.
“Di wilayah Jatim kemungkinan terjadi di rest area sepanjang Ngawi, Madiun hingga Mojokerto. Sebab pada area tersebut baterai kendaraan listrik dari Jakarta kemungkinan mulai menipis,” kata General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, di sela acara buka puasa dengan media, Jumat (21/3/2025).
Untuk itu, lanjut dia, PLN Jatim akan memperbanyak jumlah SPKLU di wilayah-wilayah tersebut. Selain sejumlah SPKLU di kantor PLN setempat pun akan dikerahkan.
“Untuk SPKLU kami menyiapkan sebanyak 257 unit yang tersebar di 148 lokasi, seperti sepanjang pantura dan tol di wilayah Jatim,” kata Ahmad.
Bahkan saat ini, kata Ahmad, SPKLU telah menjadi bisnis baru bagi swasta. Sehingga hal ini bisa ikut mendukung kesiapan penyediaan SPKLU.
“Jadi di beberapa rest area itu ada SPKLU PLN dan swasta,” katanya.
Ia juga menyebutkan, di seluruh Jawa PLN mencatat jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik diperkirakan melonjak rata-rata hingga 5 kali lipat pada periode libur Idulfitri 1446 Hijriah baik dari jumlah transaksi maupun volume pengisian kendaraan listrik.
Sementara secara nasional, PLN telah menambah jumlah SPKLU hingga 7,5 kali lipat di titik-titik dengan okupansi tertinggi pada jalur mudik Trans Sumatra dan Jawa. Perinciannya, PLN telah menyediakan total 3.558 unit SPKLU yang tersebar di 2.412 titik strategis di seluruh Indonesia, sedangkan untuk jalur mudik Trans Sumatra dan Jawa, PLN menyediakan sebanyak 1.000 unit SPKLU di 615 lokasi.
Siagakan 4.782 Personel
Ahmad juga memastikan keandalan pasokan tenaga listrik tunjang kenyamanan ibadah dan kelancaran mudik. mengatakan sebanyak 4.782 personel bersiaga di 615 lokasi yang terdiri dari tempat ibadah, zona transportasi, zona pertahanan, zona pemerintahan, rumah sakit, lokasi wisata hingga pusat perbelanjaan.
Ia menambahkan masa siaga berlangsung selama Ramadhan dan Idul Fitri pada tanggal 17 Maret hingga 11 April 2025, PLN memastikan pasokan listrik dalam kondisi aman. Daya mampu kelistrikan 9.672 MW, beban puncak sebesar 5.020 MW dan cadangan daya sebesar 2.645 MW atau sebesar 27%.
“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, kami menerapkan skema pengamanan listrik 3 lapis yakni selain dari jaringan kelistrikan PLN juga didukung oleh Uninterruptible Power Supply (UPS) dan genset mobile ataupun genset pelanggan,” terang Ahmad.
Personel dilengkapi dengan 88 genset mobile, 49 UPS, 199 Unit Gardu Bergerak (UGB), 14 UKB, 15 unit mobil crane, 16 skylift dan 1 mini scada mobile. Sementara untuk SPKLU yang beroperasi sebanyak 257 unit tersebar di 148 lokasi Jawa Timur.
“Segenap personel juga siap mengawal keandalan pasokan listrik di 58 lokasi prioritas yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Tentunya upaya ini tidak lepas dari kerjasama dan dukungan erat dari seluruh stakeholder,” kata Ahmad.agk






