PLN Nusantara Power Targetkan Tambah 6,3 GW Pembangkit EBT hingga 2030

oleh -10 views
PLTS IKN 50 MW berdiri di lahan seluas 80 hektar dan mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 337 pekerja. Total panel surya yang digunakan dalam PLTS ini mencapai 21.600 panel surya.

SURABAYA I GlobalEnergi.co – PLN Nusantara Power (PLN NP) menargetkan penambahaan proyek unit pembangkit hijau hingga tahun 2030 sebesar 6,3 giga watt (GW). Dari jumlah tambahan sumbangan terbesar ditargetkan berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik mini hidro (PLTM) sekitar 3.000 lebih MW.

“Kami berkomitmen terus mendorong percepatan transisi energi di Indonesia dengan menambah pembangkit yang lebih hijau,” kata Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power Karyawan Aji dalam pertemuan dengan media di Surabaya, Kamis (21/3/2024) malam.

Berdasarkan RUPTL PLN 2021-2030 diproyeksikan total tambahan kapasitas pembangkit sebear 40,575 Gigawatt (GW). Dimana dengan porsi pembangkit EBT sebesar 20,923 GW atau 51,6% dan porsi pembangkit fosil sebesar 19,562 GW atau 48,4%.

Dari sisi jenis pembangkitnya, pembangkit dengan sumber EBT terbesar, yakni h Pembangkit Listrik Tenaga Air/Mikro/Mikrohidro (10,391 GW). Disusul Pembangkit Listrik Tenaga Surya (4,68 GW), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (3,355 GW), PLT EBT Base (1,01 GW), lalu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (0,597 GW), PLT Bio (0,590 GW), dan BESS (0,3 GW). Sementara untuk pembangkit dengan sumber energi fosil, PLTU menempati porsi terbesar dengan 13,819 GW, kemudian Pembangkit Listrik Tenaga Uap/Gas Uap/Mesin Gas dengan 5,828 GW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan 5 Megawatt (MW).

Melalui berbagai inovasi seperti co-firing dan proyek energi baru terbarukan (EBT) bertema Green Energy Movement (GEM), kata Aji, PLN Nusantara Power tengah mendorong percepatan transisi energi di Indonesia demi Nusantara yang lebih hijau. Salah satu ditunjukkan melalui produksi energi bersih yang berasal dari co-firing. Dimana produksinya sepanjang tahun 2023 sebanyak 525,62 GWh atau setara dengan reduksi emisi karbon sebesar 533.291,79MT.

“Hingga kini, PLN NP telah melaksanakan co-firing secara kontinyu pada 24 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Aji menambahkan, Green Energy Movement ini diwujudkan tidak hanya melalui cofiring pada PLTU yang telah beroperasi, namun juga keseriusan perusahaan dalam membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan seperti PLTS, PLTA, dan juga PLTB.

Di tahun 2023, PLN NP telah berhasil menyelesaikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Melalui PLTS ini kami mampu menghindarkan sebesar 214.000 ton co2 setiap tahunnya.

“Kami juga senantiasa mendukung smart city di Ibu Kota Negara (IKN) melalui penyediaan listrik bersih yang berasal dari PLTS IKN 50 MW. Saat ini kami telah menyelesaikan 10 MW tahap pertama,” tambah Aji.

Pembangunan PLTS 50 MW ini merupakan bagian dari rencana PLN NP untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) di IKN Nusantara. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan IKN Nusantara dapat menggunakan EBT sebesar 80% dari total kebutuhan listriknya pada tahun 2045.

“Melalui PLTS IKN, kami akan mampu menghindarkan 104,8 ton emisi co2 setiap tahunnya. Ke depan akan banyak proyek kami yang berbasis EBT,” janjinya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.