Pacu Keandalan, PLN NP Percepat Digitalisasi Unit Pembangkit

oleh -49 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PLN Nusantara Power (PLN NP) terus melakukan percepatan digitalisasi unit pembangkit (UP) melalui inovasi bernama iCORE (Intelligent Centre of Optimization for Reliabilty & Efficiency).

Selama tahun 2023, PLN NP telah melaksanakan Go Live Implementasi Digital Power Plant (DPP) di UP Tarahan Bandar Lampung, PLTMG Arun, PLTU Tembilahan, PLTU Ketapang, PLTU Ropa, dan PLTU Tarahan. Dimana sebanyak 153 mesin unit pembangkit dengan total kapasitas 7.460 MW terkoneksi secara digital.

“Penerapan digitalisasi unit pembangkit ini dimulai PLN NP sejak 2017, sebagai upaya meningkatkan keandalan, efisiensi, dan daya saing dalam menghadirkan listrik berkualitas bagi pelanggan dan juga masyarakat Indonesia” kata Dirut PLN NP Ruly Firmansyah dalam siaran pers, Kamis (4/1/2024).

Ruly menjelaskan, teknologi ini merupakan produk inovasi dalam pengelolaan pembangkit berbasis digital 4.0. Melalui iCORE, proses pemantauan operasional, analisis, dan diagnosis kondisi pembangkit dapat dilakukan secara digital dan real time melalui pengoptimalan sensor yang terpasang pada mesein-mesin pembangkit, sehingga ICORE dapat menghasilkan rekomendasi optimalisasi pengoperasian dan\atau pemeliharaan kondisi peralatan.

“Selain itu, iCORE juga maupun untuk menggerakan peralatan secara otomatis dan tepat waktu sehingga tercapai keandalan dan efisiensi yang optimal,” tambahnya.

Digitalisasi pembangkit, lanjut Ruly, juga sejalan dengan program transformasi PLN, dimana digitalisasi telah menjadi salah satu fondasi penting yang terus dikembangkan di tengah disrupsi teknologi demi kelancaran dan keandalan pasokan listrik berkualitas yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

Menurut dia, kondisi operasional pembangkit harus dapat diimprove, dapat direspon dengan cepat, sehingga terjadi peningkatan keandalan dan efisiensi unit.

PLN NP sendiri menjadi pioner dalam digitalisasi unit pembangkit di Indonesia melalui penerapan ICORE (yang dahulu bernama REMDOC) sejak 2016. Saat ini, PLN NP telah mengelola 153 mesin unit pembangkit secara digital dengan total kapasitas mencapai 7460 MW.

Untuk menuju Go Live ICORE sendiri, seluruh unit pembangkit telah berhasil menyelesaikan beberapa tahapan mulai dari set up koneksi, setup server, mapping equipment, penarikan data, training, testing dan evaluasi model, pembuatan fault tree analysis beserta diagnostic rule, hingga proses setup model hingga tahapan test dan evaluasi final.

“Dengan implementasi DPP ini, secara korporat, PLN akan lebih siap menjawab tantangan perusahaan seperti terkait FODER yang masih tinggi. Integrasi implementasi DPP ini akan mampu memberikan benefit berupa peningkatan keandalan dan efisiensi pembangkit, “ kata Ruly.

Keberhasilan acara Go Live ini menunjukkan data dan informasi tentang kondisi yang terkoneksi secara digital pada ICORE dapat tersajikan secara online, akurat dan terupdate. Sistem monitoring dan evaluasi kondisi, efisiensi dan keandalan pembangkit pun telah siap. Di samping mengefisienkan beban operasional perusahaan, peningkatan keandalan akan berpengaruh pada peningkatan kualitas layanan kelistrikan kepada para pelanggan PLN.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.