PLN Siapkan Rp 43,7 Triliun Sambung Listrik Jawa-Bali dan Sumatera

oleh -43 views
ALIRAN LISTRIK JATIM

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN menyatakan sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera akan terhubung dalam satu jaringan interkoneksi berkapasitas 500 kilo volt (kV). Proyek ditaksir menelan biaya investasi 2,9 miliar dollar AS atau sekira Rp 43,7 triliun.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun pusat koneksi dan jaringan listrik. Kemudian, mengangkut setrum bersih dari pembangkit listrik energi terbarukan, sekaligus menyalurkannya ke sistem transmisi. Jaringan interkoneksi Jawa-Bali dan Sumatera akan menghubungkan beberapa pembangkit dan gardu saluran listrik antar pulau melalui kabel laut yang melintasi Selat Sunda.

“PLN akan menghimpun dana investasi dari pinjaman dan pembiayaan komersial,” kata Evy dalam pembukaan Indonesia EBTKE ConEx 2023, di Tangerang, Rabu (12/7/2023).

Menurut Evy, perusahan setrum pelat merah itu juga berencana untuk menarik modal investasi dari lembaga keuangan internasional dan bank lokal. PLN juga mengincar pendanaan iklim Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk merealisasikan proyek interkoneksi antar pulau tersebut.

“Saat ini skema pendanaan hijau makin banyak ke depannya,” ujar Evy.

PLN menyiapkan 522 proyek energi hijau dengan total kapasitas hingga 15,1 gigawatt (GW) sampai 2030 untuk masuk ke dalam dokumen rencana investasi JETP.

Ratusan proyek hijau yang belum memperoleh pendanaan itu diharap dapat berjalan melalui pencairan dana JETP senilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 310 triliun yang dijanjikan oleh Amerika Serikat (AS), Jepang, serta beberapa negara G7 plus Denmark, Norwegia, dan Uni Eropa.

Di tempat sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia harus melakukan program transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi bersih dan terbarukan yang ada di dalam negeri yang sangat besar potensinya. Untuk mengoptimalkan energi bersih tersebut, dibutuhkan jaringan transmisi listrik antar pulau untuk distribusi listrik hijau secara merata.

“Kalau kita bisa membangun infrastruktur yang mendukung menyalurkan semua potensi sumber agar bisa termanfaatkan. Ini mimpi kita di 2060 bisa nggak kita bangun jaringan interkoneksi antar pulau?” ujarnya.

Arifin mengatakan, sambungan interkoneksi menjadi kunci untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi ke pelosok negeri.jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.