PLN EPI-PLN NP Wujudkan Kolaborasi Co-firing di PLTU Tanjung Awar-Awar

oleh -47 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – PLN Nusantara Power (PLN-NP) bekerja sama dengan PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menujukkan komitmennya dalam upaya pengurangan emisi di Indonesia melalui pengiriman biomassa sawdust yang akan digunakan pada co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Awar Awar Tuban, Jawa Timur. Sebanyak 5.600 metrik ton biomassa akan digunakan sebagai campuran batubara sebagai bahan bakar PLTU untuk menghasilkan energi listrik.

Sebanyak 5.600 metrik ton biomassa dari sawdust itu sandar di Jeti PLTU Awar Awar yang dioperasikan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Tongkang ini membawa sawdust yang berasal dari Bulu Kumba, Sulawesi Selatan. Pasokan biomassa ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan PLTU Awar Awar sebesar 49,7 ribu ton.

Pengapalan pertama ini menjadi wujud komitmen PLN EPI dalam menjamin pasokan biomassa ke PLTU PLN Grup. Pasokan biomassa berasal dari Sulawesi Selatan ini menunjukan bahwa rantai pasok biomassa berada di seluruh jaringan di Indonesia dan siap memenuhi kebutuhan biomassa di seluruh PLTU PLN Grup.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, PLN EPI bertugas untuk memastikan pasokan energi primer ke pembangkit berjalan baik. PLN EPI menjaga rantai pasok sumber biomassa di seluruh daerah.

“Tak hanya mengembangkan potensi biomassa yang dekat dari PLTU saja, namun pengembangan biomassa juga dilakukan dari lumbung pengembangan biomassa lainnya,” kata Iwan dalam rilisnya, Senin (10/7/2023).

Iwan menjelaskan, pengangkutan biomass dengan tongkang mengintegrasikan ekonomi kerakyatan antarpulau. Di samping itu, sumber biomassa berupa limbah perkebunan dan kehutanan tersedia berlimpah di pulau-pulau besar di Indonesia untuk kemudian disebar dalam rangka memenuhi kebutuhan co-firing untuk 52 PLTU PLN.

“PLN EPI senantiasa terbuka dalam bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar PLTU terutama sawdust cofiring. Ini adalah salah satu langkah kami dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Iwan.

Pemanfaatan biomassa yang berasal dari limbah pengolahan kayu juga memberikan manfaat lebih pada masyarakat secara ekonomi. Barang yang sebelumnya merupakan limbah, kini bisa terserap sepenuhnya dengan program Co-Firing PLN sehingga secara tidak langsung akan menggerakan roda perekonomian pada masyarakat.

Galakkan Co-firing
Sementara Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah juga menyampaikan komitmen perusahaan dalam menggerakkan operasional bisnis yang berazaskan lingkungan. Menurutnya, cofiring menjadi salah satu roda penggerak dalam mewujudkan PLTU yang lebih hijau sekaligus membantu untuk mengurangi emisi.

“Dengan berbagai extraordinary effort di antaranya melalui biomass co-firing, kami berhasil menekan emisi gas rumah kaca. Selain itu, inovasi ini juga meningkatkan bauran EBT di lingkungan pembangkit PLN Nusantara Power,” kata Ruly.

Ia juga menjelaskan, alasan PLN NP menggalakkan co-firing karena inovasi ini merupakan salah satu langkah tepat dalam implementasi green energy. Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran PLTU, di mana sebagian batu bara untuk pembakaran diganti sebagian dengan bahan lainnya, salah satunya biomassa.

“Tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, co-firing juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambah Ruly.

PLN NP telah melakukan studi terkait co-firing sejak 2018 dan telah mengujicobakan co-firing pada 16 PLTU di Jawa dan luar Jawa. Seperti di PLTU Paiton yang kini telah berhasil melakukan co-firing hingga 6 persen.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.