SKK Migas : Potensi Gas Jatim 2027 Bisa Capai 1.000 MMscfd

oleh -55 views


TAWANGMANGU I GlobalEnergi.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menargetkan potensi gas dari Wilayah Jatim hingga tahun 2027 hingga 1.000 MMscfd. Hal ini seiring dengan mulai berproduksi beberapa lapangan migas baru ataupun pengembangan selama kurun waktu tersebut. Hal ini tentunya akan semakin ‘mengancam’ persoalan kelebihan pasokan kian besar, jika tidak diiringi dengan peningkatan konsumsi, khususnya dari kalangan industri.1

“Sampai saat ini saja produksi gas di Jatim baru bisa terserap 564 MMscfd dari potensi 747 MMscfd. Artinya, ada sekitar 25 persen yang belum bisa terserap,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi, saat pembukaan Lokakarya Media Periode II SKKMigas – KKKS Jawa Bali dan Nusa Tenggara di Tawangmangu, Rabu (5/7/2023).

Nurwahidi mengungkapkan, saat ini produksi minyak dan gas di wilayah Jatim terus mengalami kenaikan. Untuk minyak, produksinya hingga Mei 2023 telah mencapai lebih dari 190 ribu barel per hari. Realisasi tersebut telah melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 180 ribu barel per hari. Sementara secara nasional, produksi minyak tahun 2023 dipatok sebesar 1 juta barel per hari dan produksi gas mencapai 12 miliar kaki kubik (BSCFD).

“Yang menarik dan ini merupakan berkah adalah potensi gas produksi gas kita mengalami lompatan yang cukup besar. Ini terjadi setelah tiga tahun berturut-turut kita mengalami kekurangan gas. Permintaan tinggi sementara yang bisa kita produksi dan salurkan hanya 452 MMscfd,” katanya.

Sejak akhir tahun lalu, ada penambahan produksi gas sekitar 350 MMscfd. Lompatan produksi tersebut a karena adanya tambahan produksi di sejumlah lapangan gas, di antaranya lapangan Jimbaran Tiung Biru sekitar 192 MMscfd, HCML Sampang sekitar 100 MMscfd dan pada bulan ini juga ada penambahan dari Husky di lapangan MAC di Sumenep sebesar 50 MMscfd.

Ia menyebutkan, produksi gas sebagian besar masih diserap oleh PT Perusahan Listrik Negara (PLN), PT Petrokimia Gresik (PKG) dan Subhoding Pertamina Gas atau PGN.

“Kalau listrik dan PKG, begitu menyerap langsung dipakai untuk menggerakkan turbin untuk listrik, tetapi kalau PKG untuk produksi pupuk. Mereka merupakan pembeli utama,” kata Nurwahidi.

Sementara untuk PGN, tidak bisa menggunakan langsung tetapi dijual ke industri yang membutuhkan. Harapan SKK Migas, akan ada banyak industri besar lain di wilayah Jatim yang akan beralih menggunakan gas karena kebanyakan mereka masih menggunakan batubara dan minyak. “Apalagi harga gas lebih murah, sekitar 30% hingga 40 % dari harga minyak.memang kalau dengan barubara gas masih relatif lebih mahal. Cuma gas khan lebih bersih,” katanya.


“Industri sepertinya terkaget dan belum siap untuk menggunakan gas dalam proses produksinya. Kami juga berharap teman media ikut mengabarkan bahwa produksi gas kota saat ini dangat besar agar industri mengetahui dan mau beralih,” katanya.

SKK Migas juga telah gencar melakukan sosialisasi sejak tahun lalu. Di tahun ini, sudah ada dua agenda besar yang telah dilakukan SKK Migas Jabanusa untuk mempertemukan KKS dengan industri potensial.

“Forum Kapnas 2023 telah kami lakukan pada bulan Mei 2023 untuk mempertemukan mereka. Dan di tanggal 3 Juli 2023 kemarin SKK Migas juga telah melaksanakan forum Workshop yang mempertemukan industri hulu migas dengan industri potensial,” katanya.

Sebab ia melihat potensi industri pengguna gas di Jatim masih sangat besar. Animo mereka cukup tinggi. Beberapa industri pengguna gas yang potensinya besar diantaranya adalah industri keramik, industri kaca, dan smelter.

“Dan banyak sekali industri lain yang juga potensial tetapi memang tidak sebesar industri tersebut. Saat ini kita masi terus memetakan calon pembeli gas potensial di Jatim,” kata Nurwahidi.

Ia berharap, dengan gencarnya sosialisasi, maka komposisi penyerapan gas industri yang saat ini masih mencapai sekitar 20 persen lebih bakal naik signifikan.

“Harapan kami industri bisa mengambil 25 persen dari potensi gas yang belum terserap sehingga komposisi penyerapan gas industri bisa mencapai seperti PLN,” katanya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.