SKK Migas Integrasikan Produsen Lokal untuk Hasilkan Produk Baru

oleh -52 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mengintegrasikan kemampuan para produsen lokal untuk menghasilkan produk baru, yang mampu menjawab kebutuhan industri hulu migas nasional.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menilai, kalau kapasitas produsen lokal diintegrasikan, maka produk-produk penunjang hulu migas buatan dalam negeri yang memenuhi standar internasional akan lebih banyak lagi.

“Tentunya akan mendukung pencapaian target produksi minyak satu juta barel per hari (BOPD), dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030,” katanya dalam keterangan resmi dilansir dari Antara, Senin (23/1/2023).

Selain untuk mendongkrak kinerja hulu migas dalam memenuhi target produksi migas, Dwi mengatakan, pengembangan kandungan lokal di industri hulu migas akan berdampak ganda bagi perekonomian nasional.

“Di sana, ada perluasan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Sementara, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan, pada 2022, SKK Migas melakukan bussiness match making (menyatukan) para pabrikan atau penyedia jasa lokal. Selain itu, juga memfasilitasi mereka agar kualitas produk atau jasanya bisa naik kelas.

Menurut Rudi, jika kapasitas produsen dipertemukan dan dikembangkan, maka akan melahirkan lebih banyak produk penunjang hulu migas berstandar internasional.

“Barang produksi ini kemudian akan menjadi barang wajib lokal. Artinya, semua operator hulu migas (kontraktor kontrak kerja sama/KKKS) tidak boleh lagi mengimpor,” katanya.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi memnambahkan, pemutakhiran kajian akan mengukur dampak berganda yang tercipta dari aktivitas industri hulu migas, terutama setelah adanya peningkatan kapasitas dari para pelaku industri penunjangnya.

“Saya optimistis dengan pelaksanaan program peningkatan kapasitas nasional yang masif sejak 2015, dampak berganda yang tercipta jauh lebih besar dari sebelumnya,” ujar Erwin.

Sebelumnya, pada 2022, SKK Migas membawa 20 perusahaan, termasuk operator migas (KKKS) dan penyedia jasa industri migas dalam negeri ke ajang Oil and Gas Asia (OGA) di Malaysia.

SKK Migas juga memfasilitasi sembilan pabrikan lokal untuk unjuk kemampuan di ajang Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC). Untuk mendorong realisasi target produksi migas 2030, SKK Migas kembali mengadakan kegiatan forum kapasitas nasional (kapnas) pada pertengahan 2023.Acara tersebut mengusung tema “Pengembangan Integrasi Kapabilitas Dalam Negeri dalam rangka Peningkatan Kapasitas Nasional”.agk, ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.