JAKARTA | GlobalEnergi.co — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) menetapkan rencana kerja yang agresif pada tahun 2021. Tujuannya mengawal pencapaian target yang sudah ditetapkan Pemerintah.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan selain untuk mengawal pencapaian target yang ditetapkan pemerintah, sekaligus mengawal pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik per hari gas pada 2030.
Berdasarkan hasil work, program & budget 2021 yang sudah ditetapkan, SKK Migas berusaha mengawal agar realisasi lifting 2021 dapat di atas 705.000 barel per hari untuk minyak dan 5.638 juta standar kaki kubik per hari untuk gas.
Dwi menjelaskan bahwa rencana kerja yang agresif ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya penurunan produksi di 2021. Selain itu juga sebagai landasan untuk meningkatkan produksi menuju target 2030.
“Penetapan target yang lebih tinggi diusahakan oleh SKK Migas, untuk memacu usaha-usaha peningkatan produksi yang lebih maksimal,” katanya melalui siaran persnya yang diterima redaksi, Kamis (17/12/2020).
Dwi menjelaskan bahwa target dan penetapan program kerja pada work, program & budget merupakan komitmen bersama antara SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
KKKS, katanya, telah bersedia untuk memberi capaian terbaik sehubungan dengan naiknya angka lifting di work, program & budget dari usulan lifting KKKS yang sebelumnya hanya sebesar 667.000 barel per hari dan 5.143 juta standar kaki kubik per hari gas.
“Kami berharap realisasi lifting nanti dapat dicapai lebih tinggi dibanding target APBN sehingga dapat mengejar ketertinggalan target akibat pandemi Covid-19 kemarin,” katanya.
Untuk mengejar target lifting tersebut, SKK Migas bersama KKKS juga sepakat mencari terobosan agar dapat meningkatkan realisasi kegiatan di lapangan. (bc/nas)