JAKARTA I GlobalEnergi.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah menargetkan implementasi penggunaan compressed natural gas (CNG) dapat dilakukan secepatnya setelah seluruh tahapan uji coba selesai.
Selain dinilai lebih murah dibandingkan liquefied petroleum gas (LPG), penggunaan CNG juga berpotensi mengurangi beban subsidi energi negara hingga puluhan triliun rupiah.
Bahlil mengatakan, pemerintah masih menyelesaikan uji coba tahap ketiga sebelum memutuskan peluncuran program secara resmi. Saat ditanya apakah implementasi CNG dapat dimulai pada Agustus 2026, Bahlil belum memberikan kepastian.
“Ya, kita doakanlah lebih cepat lebih baik,” ujar Bahlil usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan tahunan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan utama CNG adalah harga yang lebih kompetitif dibandingkan LPG. Berdasarkan perhitungan pemerintah, biaya penggunaan CNG dapat lebih rendah sekitar 30% hingga 40%.
“Yang jelas harganya lebih murah 30% sampai 40% dari pada LPG,” katanya.
Bahlil menjelaskan efisiensi tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap anggaran subsidi energi. Dengan nilai subsidi LPG yang saat ini mencapai sekitar Rp86 triliun hingga Rp90 triliun per tahun, penghematan dapat mencapai sekitar Rp27 triliun hingga Rp30 triliun apabila penggunaan CNG mampu menekan biaya sekitar 30%.
“Kalau 30% sampai 40%, sekarang subsidi kita berapa? Rp86 triliun sampai Rp90 triliun. Kali rata-rata lah, kalau katakanlah 25%, kali 30%, berarti kan Rp27 triliun sampai Rp30 triliun bisa kita lakukan efisiensi,” ujarnya.
Dana hasil penghematan tersebut, lanjut Bahlil, dapat dialokasikan pemerintah untuk mendukung program pembangunan di sektor lain.
“Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi,” katanya.
Meski demikian, Bahlil menegaskan seluruh proyeksi tersebut masih bergantung pada keberhasilan uji coba tahap ketiga yang sedang berlangsung. Pemerintah belum akan mengambil keputusan implementasi secara luas sebelum memastikan aspek teknis dan keselamatan telah terpenuhi.
“Tapi semuanya ini dalam proses tahapan uji coba yang ketiga,” tandas Bahlil.jef





