Buntut Pemadaman Bergilir, PLN Dapat Tambahan Batu Bara 3 Juta Ton/Bulan

oleh -4 views
oleh

JAKARTA I GlobalEnergi.co – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipicu keterbatasan pasokan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah hingga tinggi untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Dia menjelaskan, persoalan itu kini mulai teratasi setelah pemerintah menambah alokasi pasokan batu bara berkalori 4.500 kcal/kg ke atas.

“Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi [kalori] 4.500 ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing,” ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Menurut Darmawan, tambahan pasokan tersebut langsung meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir.

“Ini tentu saja membuat sistem di Jawa ini yang tadinya kami akui ada pemadaman bergilir, ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal,” katanya.

Dia menjelaskan, akar persoalan berasal dari perubahan komposisi produksi batu bara nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi batu bara berkalori rendah terus meningkat, sementara produksi batu bara berkalori menengah dan tinggi justru mengalami penurunan. Padahal, sebagian pembangkit listrik, khususnya di sistem Jawa, membutuhkan batu bara dengan spesifikasi kalori tertentu agar dapat beroperasi secara optimal.

“Memang kami mengakui secara volume ini batu bara produksi nasional untuk yang kalori rendah itu dulu adalah persentasenya lebih kecil daripada kalori tinggi. Tapi sejalan dengan proses waktu, produksi batu bara kalori rendah meningkat, sedangkan yang menengah dan tinggi semakin menurun,” jelasnya.

Merespons kondisi tersebut, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan percepatan pengadaan batu bara melalui penugasan khusus untuk menambah pasokan batu bara berkalori menengah ke atas di luar kontrak pasokan yang sudah berjalan. Menurut Darmawan, tambahan pasokan itu bersifat on top atau di luar alokasi existing dan secara khusus diminta PLN kepada Kementerian ESDM.

“Karena ini khusus, yaitu pasokan penambahan batu bara on top jadi ada yang khusus spesifik [kalori] 4.500 dari kami sendiri request pada Kementerian ESDM, dan Kementerian ESDM menyediakan ini dalam bentuk penugasan,” ujarnya.

Dia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit tersebut.

Menurutnya, realisasi tambahan alokasi batu bara sejak Juli telah berjalan sesuai rencana dan akan berlanjut hingga akhir tahun. “Dengan adanya [tambahan] ini, kendala penyediaan listrik yg sempat terjadi di Pulau Jawa jadi terkoreksi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik,” kata Darmawan.

PLN pun memastikan tambahan pasokan batu bara akan terus berlanjut pada periode Agustus hingga Desember sehingga diharapkan mampu menjaga keandalan pasokan listrik di sistem Jawa pada paruh kedua 2026. jef,bc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.