JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mulai memperbesar bisnis logistik lautnya di tengah upaya memperkuat rantai distribusi energi dan bahan baku industri. Emiten distribusi energi dan kawasan industri itu resmi menambah modal pada anak usaha PT AKR Sea Transport (AST) untuk mendukung pembelian kapal operasional.
Dalam keterbukaan informasi, AKRA meningkatkan modal dasar AST sebesar Rp100 miliar. Sementara modal ditempatkan dan disetor naik Rp150 miliar yang seluruhnya diambil bagian oleh AKRA.
Direktur dan Corporate Secretary AKRA Suresh Vembu, menyebut dana tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal guna menunjang kegiatan operasional logistik laut AST. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan AKRA di AST meningkat menjadi 99,99 persen, sementara PT Usaha Era Pratama Nusantara tetap memegang 0,01 persen saham.
Langkah tersebut memperlihatkan AKRA yang mulai memperkuat infrastruktur logistik internalnya. Dalam bisnis distribusi energi, penguasaan jalur logistik laut menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan efisiensi biaya pengiriman dan stabilitas rantai pasok.
Aksi korporasi ini juga terlihat masih cukup ditopang kondisi keuangan AKRA yang relatif solid pada awal 2026.
Pada kuartal I-2026, AKRA membukukan pendapatan sebesar Rp12,94 triliun. Angka tersebut naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,26 triliun.
Laba usaha tercatat Rp826 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp760 miliar. Perolehan tersebut lebih tinggi dibanding laba bersih kuartal I-2025 yang berada di level Rp604 miliar.
Kenaikan laba tersebut membuat profitabilitas AKRA masih cukup terjaga di tengah fluktuasi harga energi dan kondisi perdagangan komoditas global yang belum sepenuhnya stabil.
Dari sisi operasional, EBITDA perseroan tercatat sekitar Rp970,69 miliar pada kuartal I-2026. Sementara rasio interest coverage berada di level 58,84 kali, menunjukkan kemampuan pembayaran bunga perusahaan masih sangat kuat.
Posisi return on equity (ROE) juga naik menjadi 5,12 persen dibanding 4,65 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi dan aktivitas bisnis AKRA masih mampu menghasilkan pengembalian modal yang relatif sehat.
Di sisi pasar, aksi penambahan modal ke AST mulai dibaca sebagai langkah memperkuat ekosistem distribusi dan logistik AKRA, terutama untuk mendukung aktivitas distribusi energi, bahan bakar, serta kebutuhan kawasan industri yang terus berkembang.
Pasar juga mulai melihat bahwa penguatan armada laut dapat memberi fleksibilitas lebih besar terhadap biaya distribusi dan pengiriman di tengah volatilitas biaya logistik global.
Selain aksi korporasi tersebut, perhatian investor saat ini juga tertuju pada pembagian dividen tunai AKRA.
Perseroan dijadwalkan membayarkan dividen tunai Rp50 per saham pada 21 Mei 2026. Sebelumnya, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi telah berlangsung pada 6 Mei 2026, sementara recording date jatuh pada 8 Mei 2026.
Jika melihat histori pembagian dividen, AKRA termasuk emiten yang cukup konsisten membagikan laba kepada pemegang saham. Dividen tersebut juga muncul ketika perusahaan masih aktif melakukan ekspansi bisnis, termasuk penguatan logistik dan pengembangan infrastruktur distribusi.
Kondisi tersebut membuat AKRA berada dalam posisi yang cukup menarik di pasar. Di satu sisi perusahaan masih agresif memperbesar kapasitas logistik dan distribusi, tetapi di sisi lain arus kas dan profitabilitasnya masih cukup kuat untuk menjaga pembagian dividen kepada investor. fan





