JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengumumkan telah mengamankan pasokan batu bara sebanyak 163 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sepanjang tahun ini.
Direktur Manajemen Pembangkit PLN Rizal Calvary menyatakan mulanya perseroan mendapatkan komitmen pasokan batu bara sekitar 152 juta ton, tetapi dalam perkembangannya kini meningkat menjadi 163 juta ton.
Dengan begitu, Rizal mengklaim pasokan batu bara untuk PLTU perseroan sudah dalam kondisi aman untuk sepanjang tahun ini.
“Sekarang saja kita sudah dapat komitmen RKAB itu 160 juta. Dari awalnya cuma sekitar 152 [juta ton], sekarang jadi 163 [juta ton]. Betul [pasokan aman hingga Desember 2026],” kata Rizal ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (13/4/2026).
Selain dari delapan perusahaan batubara besar, Rizal menyatakan, tambahan pasokan batu bara tersebut didapatkan dari penambang-penambang kecil yang melakukan kontrak baru dengan perseroan.
Sebelumnya, Rizal menyatakan pasokan batu bara untuk PLTU milik perseroan dan independent power producer (IPP) dalam kondisi memadai hingga Agustus 2026, usai PLN mengamankan kontrak pasokan batu bara sebesar 84 juta ton.
Rizal menyatakan PLN telah mendapatkan kepastian stok tersebut dari delapan pemasok, antara lain; PT Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, PT Kaltim Prima Coal, PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Harapan Utama, PT Indominco Harapan Mandiri, dan PT Bukit Asam Tbk.
“Total seluruh yang akan dipasok adalah sekitar 84 juta metrik ton. Artinya ini cukup sampai dengan bulan Agustus akhir nanti, jadi HOP kita akan membaik di beberapa pembangkit dan kita harapkan bahwa sebelum Lebaran batu bara sudah akan sampai ke seluruh pembangkit yang memerlukan, sehingga ancaman defisit kedepan bisa diatasi,” kata Rizal kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).jef, bloomberg






