JAKARTA I GlobalEnergi.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan hasil kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ENI West Ganal melalui pengeboran sumur eksplorasi Maha-3 di perairan Kalimantan Timur.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, pengeboran tersebut berhasil menemukan cadangan gas baru dengan potensi produksi sekitar 100 juta kaki kubik per hari (MMscfd).
“Pengeboran eksplorasi Sumur Maha-3 berhasil menemukan gas dengan produksi sekitar 100 MMscfd di laut Kalimantan Timur,” ujar Djoko melalui keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Djoko menjelaskan, pengeboran Sumur Maha-3 dimulai pada 30 Desember 2025 dan selesai pada 15 Januari 2026. Sumur tersebut dibor hingga kedalaman 2.952 meter measured depth (MD) atau 2.603 meter true vertical depth (TVD) dengan target pada lapisan T91. Lapisan reservoir yang ditemukan memiliki ketebalan sekitar 8,7 meter dengan tekanan reservoir mencapai 3.654 psi.
Selain itu, batuan reservoir memiliki permeabilitas rata-rata 230 miliDarcy, yang menunjukkan kemampuan batuan cukup baik dalam mengalirkan fluida hidrokarbon.
“Target pada lapisan T91 dengan ketebalan reservoar sekitar 8,7 meter,” ujarnya.
Dalam proses pengujian produksi gas, SKK Migas dan ENI menggunakan teknologi XDT-DTT. Teknologi ini memungkinkan pengujian gas dilakukan tanpa harus melakukan pembakaran gas di platform anjungan lepas pantai. Penggunaan metode tersebut dinilai lebih aman sekaligus menghindari pemborosan gas selama proses pengujian produksi berlangsung.
“Pengetesan produksi gas menggunakan teknologi XDT-DTT sehingga tidak diperlukan pembakaran gas di platform,” tuturnya.
Saat ini, Sumur Maha-3 tengah memasuki tahap komplesi atau pemasangan peralatan produksi sebelum dapat beroperasi secara penuh. Produksi dari sumur tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pengganti sebagian produksi dari sumur lain yang mengalami penurunan sehingga tingkat produksi Lapangan Maha dapat tetap terjaga.
“Produksi dari Sumur Maha-3 menjadi substitusi produksi sumur lain yang mengalami penurunan,” terangnya.
Dia menambahkan, produksi dari lapangan tersebut diperkirakan mulai meningkat setelah Sumur Maha-3 mulai beroperasi dengan target onstream pada Oktober 2026. Tambahan produksi gas itu direncanakan akan memasok kilang LNG Bontang sehingga berpotensi menambah sekitar tiga kargo LNG untuk kebutuhan energi domestik.
“Ada tambahan sekitar tiga kargo LNG dari Bontang untuk kebutuhan dalam negeri,” katanya.agk







