JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai melalui tahap studi mendalam.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman mengatakan, 10 area ini merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM. Lapangan tersebut juga telah lolos studi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik.
“Studi tersebut merupakan bagian dari peran aktif pemerintah melalui Badan Geologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas,” ucap Laode melalui keterangan resmi dikutip Kamis (5/3/2026).
Adapun, 10 area itu yakni Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-lao, Rombebai, dan Northern Papua/Jayapura. Laode mengatakan, pihaknya terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru.
Beberapa kemudahan yang ditawarkan, antara lain fiscal terms yang semakin menarik dengan split kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga 50%. Angka ini naik dibanding sebelumnya hanya 15% hingga 30%.
Lalu, fleksibilitas kontrak migas di mana KKKS dipersilakan memilih jenis kontrak, baik cost recovery atau gross split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
Selain itu, Laode mengatakan bahwa pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi.
“Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN [termasuk seismik], untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” imbuhnya.
Laode juga menambahkan, pihaknya mengundang para calon investor yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan minat melalui dua metode, yaitu penawaran langsung melalui studi bersama atau lelang reguler.
Adapun, proposal penawaran langsung maupun lelang reguler untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai 1 April 2026 dan paling lambat 10 April 2026 secara lengkap dan benar.
“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM [Bahlil Lahadalia, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada calon investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” jelas Laode.
Untuk mempermudah calon investor, Ditjen Migas juga membuka layanan coaching untuk persiapan proposal studi bersama atau persiapan proposal lelang reguler mulai saat ini sampai dengan 1 April 2026. Selain itu, calon investor juga dapat mengakses informasi terkait potensi migas 10 area tersebut melalui Akses Data Room di LEMIGAS hingga 10 April 2026.jef






