JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melalui anak usahanya, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) telah menyerahkan tambahan lahan industri 20 hektare (ha) kepada PT GEABH Joint Technology di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri dan Pelabuhan Terpadu Jawa (JIIPE), Gresik Jawa Timur.
PT GEABH Joiun Technology merupakan anak perusahaan Sichuan Golden Elephant Chemical, perusahaan asal China yang memproduksi bahan baku kimia dan pupuk menggunakan gas alam sebagai bahan baku utamanya.
Portofolionya meliputi melamin, pupuk nitro-compound, amonium nitrat, asam nitrat, pupuk larut air, hidrogen peroksida (termasuk kelas elektronik), dan asam perasetat.
Serah terima lahan tersebut merupakan kelanjutan dari akuisisi Golden Elephant sebelumnya atas lahan seluas 20 ha pada April 2025 untuk fasilitas produksi pertamanya. Lahan tambahan tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas kimia ramah lingkungan.
Direktur Utama BKMS Bambang Soetiono mengatakan bahwa Golden Elephant berencana membangun fasilitas kimia baru di JIIPE yang akan memproduksi melamin, asam nitrat, dan amonium nitrat. Perusahaan juga sedang mengevaluasi fasilitas tambahan untuk memproduksi amonia dan urea sintetis dengan memanfaatkan sumber daya gas alam Indonesia
Hal ini memperkuat posisi JIIPE sebagai kawasan industri yang sangat kompetitif dan siap, terutama seiring Indonesia bergerak menuju transisi energi dan industrialisasi hijau. Golden Elephant memperkuat ekosistem klien industri global JIIPE yang sedang berkembang,” ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (5/12/2025).
Sementara itu, Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan ekspansi bisnis yang dilakukan Golden Elephant di KEK JIIPE dapat mendukung strategi jangka panjang AKR dengan menempatkan bisnis kawasan industri sebagai salah satu pilar utama dalam operasi perusahaan secara konsolidasi.
Sepanjang Januari-September 2025, AKRA membukukan total pendapatan sebesar Rp32,39 triliun, angka ini tumbuh 13,22% year on year (YoY) dibanding total pendapatan per kuartal III/2024 sebesar Rp28,61 triliun. Dari angka itu, segmen tanah kawasan industri dan lainnya berkontibusi sebesar 3,47% dari total pendapatan kontrak, yaitu senilai Rp1,11 triliun.Angka ini meningkat 29,39% YoY dibanding Rp862,02 miliar pada periode sebelumnya.
“KEK JIIPE berkomitmen untuk menyediakan layanan terpadu kelas dunia, termasuk utilitas dan fasilitas pelabuhan. Golden Elephant diharapkan menjadi salah satu investor anchor yang menarik lebih banyak industri kimia dan hilir ke kawasan ini,” tandasnya.
Adapun, lonjakan pendapatan dari segmen kawasan industri sepanjang kuartal III/2025 lalu didorong oleh lonjakan pendapatan utilitas sebesar 199%, disertai dengan monetisasi lahan dan pendapatan sewa yang stabil. Pendapatan berulang dari lini bisnis utilitas ini mulai terealisasi seiring dengan beroperasinya penyewa utama secara penuh dan peningkatan kapasitas produksi pengguna lahan industri.
Perseroan menargatkan saat JIIPE sudah beroperasi penuh akan dapat menarik investasi sebesar Rp237,86 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang. Tahun ini perseroan menargetkan penjualan lahan di JIIPE sebesar 80 sampai 100 hektare (ha). Hingga semester I/2025 lalu, penjualan lahan di JIIPE baru terealisasi 22 ha atau 22% dari target.
Dalam masterplan pembangunan kawasan industri ini akan memiliki luas lahan terintegrasi hingga 3.000 ha yang meliputi kawasan industri seluas 1.761 ha, kawasan pelabuhan seluas 406 ha, serta kawasan residensial dan komersil seluas 800 ha.
Saat ini, sejumlah perusahan yang sudah masuk berinvestasi di kawasan JIIPE antara lain seperti PT Freeport Indonesia yang mendirikan smelter tembaga, kemudian perusahaan kaca asal China PT Xinyi Gass Indonesia & Xinyi Solar, perusahaan pupuk asal Malaysia PT Fertilizer Inti Technology, perusahaan roti dari Jepang PT Nippon Sari Roti, sampai perusahaan kimia asal Swis yaitu PT Clariant.fan







