PLTP Ijen dalam Mendukung Swasembada Energi Jawa Timur

oleh -60 views

Prembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit I oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara Hybrid dan dihadiri secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Bondowoso, Jawa Timur pada tanggal 26 Juni 2025.

PLTP Ijen ini menjadi PLTP pertama di Jawa Timur dan menjadi salah satu pemanfaatan potensi energi terbarukan yang dimiliki Jawa Timur dalam mendukung program transisi energi ke energi terbarukan menuju keberlanjutan dan kemandirian energi.

Jawa Timur memiliki Potensi Panas Bumi yang besar, berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat 13 titik panas bumi yang tersebar di berbagai wilayah di provinsi ini. Adapun Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) ada di WKP Gunung Lawu, WKP Gunung Arjuno Welrang, WKP Blawan Ijen, WKP Gunung Iyang Argopuro, WKP Gunung Pandan, WKP Gunung Wilis, WKP Songgoriti, dan WKP Telaga Ngebel, serta beberapa masih potensi yaitu di Potensi Cangar, Potensi Melati, Potensi Rejosari, Potensi Tiris Gunung Lemongan dan Potensi Tirtosari. Ini berarti Jawa Timur memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Aris Mukiyono, MT. MM., dengan beroperasinya PLTP Ijen ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan capaian bairan energi baru terbarukan Jawa Timur dalam mendukung Net Zero Emission dan Swasembada Energi.

PLTP Ijen sendiri resmi memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada 7 Februari 2025 dengan kapasitas awal 34 MW dari total rencana 110 MW. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 117 hektare.

Listrik yang dihasilkan PLTP Ijen disalurkan ke jaringan Sistem Kelistrikan Jawa-Madura-Bali melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) selama 30 tahun. Total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 3,9 triliun.

Secara teknis, PLTP Ijen mencakup enam sumur produksi, satu sumur injeksi, serta dua sumur cadangan. Pembangkit ini menggunakan teknologi binary dua-fasa dengan sistem reinjeksi 100 persen, sehingga ramah lingkungan dan hampir tanpa emisi.

Dukungan infrastruktur meliputi 83 menara transmisi dan jaringan transmisi 150 kV. Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali sekaligus memasok listrik untuk sekitar 85.000 rumah tangga.

Pemerintah berkomitmen untuk mencapai target 23% energi baru dan terbarukan (EBT) pada bauran energi di tahun 2025 dan target bauran Jawa Timur sebesar 12,15 % pada tahun 2025, Panas bumi yang merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dan tidak menghadapi masalah intermitensi (tidak stabil) dapat menjadi base load sustainable di masa mendatang.

Dari sisi lingkungan, pengoperasian PLTP Ijen diproyeksikan mampu mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 228.636 hingga 838.332 tCO₂e per tahun.

Pembangunan proyek-proyek energi terbarukan ini tidak hanya berorientasi pada kemandirian energi, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Tahap eksplorasi melibatkan 288 pekerja, meningkat menjadi 1.020 orang pada tahap pengembangan. Saat ini, operasional PLTP didukung oleh 96 pekerja serta 191 orang putra daerah.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.