Ketua Komisi D DPRD Jatim: Optimalkan Peluang Ekonomi Rakyat Sekitar

oleh -84 views
oleh
Ketua Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Abdul Halim SH., MH

Keberadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS/K3S) Bidang Minyak dan Gas Bumi (migas) yang sedang melakukan eksplorasi maupun eksploitasi di Indonesia, khususnya di Jatim mempunyai peran penting untuk meningkatkan produksi migas. Tidak itu saja, DPRD Jatim menyambut positif tumbuhnya sejumnlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar sumur- sumur migas, karena hal itu dapat membangkitkan perputaran ekonomi di sekitarnya.

“Harapan kami, kearifan lokal itu lebih diopti malkan selanjutnya un tuk menjadi perhatian K3S bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Le- bih khusus lagi di lingkungan SKK Mi- gas Jabanusa. Sudah pasti hal itu, kita sambut positif berbagai terobosan da- lam upaya meningkatkan kemampuan UMKM serta kemampuan tenaga kerja lokal guna mendukung usaha hulu mi- gas di wilayah operasi KKKS,” kata Ke tua Komisi D, Dewan Perwakilan Rak- yat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Abdul Halim SH., MH, Senin (1/9/2025).

Abdul Halim yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan, upaya memberdayakan kearifan lokal itu harus secara optimal. Ini sebagai upaya mengoptimalkan manfaat Program Pengem- bangan Masyarakat (PPM). PPM pada konteks migas biasanya mengacu pada PPM yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan di sektor migas. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memberdayakan masyara- kat di sekitar wilayah operasional mereka.

Keadaan ini harus dipahami dan mempunyai perencanaan yang matang, sehingga sinergi dari multi pihak dapat menghasilkan pencapaian positif secara optimal bagi masyarakat dengan tepat dan bermanfaat, serta berkelanjutan.

“Sinergi tersebut tentu akan semakin memperkuat pencapaian tu- juan yang telah direncanakan bersa- ma,” kata Halim dari Dapil Madura ini.

Sinergi antara industri hulu migas yang dalam hal ini K3S dan SKK Migas Perwakilan Jabanusa bersama para pemangku kepentingan harus lebih dipertajam. Mengapa? Karena kegiatan seperti ini (membangun UMKM di sekitar sumur migas) dapat mendukung keberlangsungan pembangunan di daerah dimana sumur itu berada. PPM, bisa dalam bentuk mendirikan UMKM yang sesuai dengan potensi daerah masing merupakan wujud kepedulian terhadap pentingnya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat khususnya yang ada di sekitar wilayah operasi.

Pengembangan masyarakat yang meliputi beberapa bidang seperti Ekonomi, kesehatan, lingkungan, sosial dan budaya ini diharapkan benar-benar memiliki manfaat yang nyata dan luas.

Sebagai contoh, yakni UMKM Dapur Emak di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jatim. Di sini sentuhan K3S, yakni Kangean Energi Indonesia (KEI). Melalui PPM, perusahaan migas tersebut telah berhasil mengangkat perekonomian di sekitar wilayah operasi KEI.

“Hal-hal seperti inilah yang kami harapkan. Dengan kehadiran K3S di wilayah Jabanusa, khususnya di Jatim dapat memberikan dampak positif. Khususnya yang terkait dengan upaya mengangkat ekonomi rakyat,” katanya.

Halim mengatakan, tumbuhnya UMKM-UMKM akan berpengaruh positif kepada perkembangan ekono- mi. Hal ini menunjukkan betapa keras- nya UMKM bekerja. Kehadiran banyak UMKM sangat dinanti-nantikan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi oleh setiap bangsa, karena UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perluasan dan pengembangan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Usaha yang berbasis UMKM dapat mendatangkan tenaga kerja yang sudah siap kerja, namun belum mendapatkan pekerjaan sehingga menurunkan jumlah pengangguran. Pendapatan masyarakat akan meningkat dan lebih banyak pekerjaan akan diciptakan sebagai hasil dari ekspansi industri mikro. Karena, semakin sedikit orang yang tidak memiliki pekerjaan, sektor UMKM akan dapat mempekerjakan banyak orang, yang akan membantu pemerintah mengurangi kemiskinan.

UMKM Dapur Emak di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. Di sini sentuhan K3S, yakni Kangean Energi Indonesia Melalui PPM, perusahaan migas tersebut telah berhasil mengangkat perekonomian di sekitar wilayah operasi KEI.

Rantai Bisnis
Tahira, pelaku UMKM Dapur Emak seperti yang tertayang media sosial mengatakan, usahanya itu berdiri guna memanfaat potensi sekitar.

“Daerah kami merupakan penghasil ikan. Kalau hanya dijual apa adanya (ikannya) mungkin ya itu-itu saja, tetapi dengan melakukan diversifikasi dengan memprodukisi abon ikan, maka ada nilai tambahanya. Lebih penting, ikan-ikan dari nelayan akan lebih ba- nyak terserap,” katanya.

“Dan ternyata benar. Penjualan perdana, saya mendapat order 250 ke- masan abon ikan (sekitar 50 kg ikan). Selanjutnya permintaan itu terus meningkat . Hingga kini, pemasaran produk ini tidak hanya di Madura saja, tetapi sudah merambah ke Surabaya, Malang hingga ke Jakarta,” tambahnya.

Dia juga heran, dengan hadirnya produk ini, selanjutnya melahirkan rantai bisnis. Sejumlah, mahasiswi- mahasiswa asal Madura yang menuntut ilmu di Malang, Surabaya hingga Jakarta memesan cukup banyak. Selanjutnya, mereka menjualnya kembali.

Di sektor produksi, Ibu Tahira banyak dibantu oleh ibu-ibu sekitarnya yang menjadi karyawannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KEI. Perusahaan tersebut telah mem- berikan pelatihan hingga peralatan, sehingga UMKM ini terus meberikan manfaat,” katanya.

Sementara itu, Kampoi Naibaho, PGA Manager PT KEI mengatakan, UMKM Dapur Emak resmi beroperasi pada 2017. Dimulai dengan adanya pe- latihan pembuatan abon dan olahan ikan dari SKK Migas-PT Kangean Energy Indonesia Ltd. Bantuan dari SKK Migas-KEI berupa pelatihan dan bantuan alat untuk olahan ikan berupa Abon Ikan, Bakso Ikan dan olahan dari Rumput Laut.

“Juga diberikan pelatihan mana- jemen keuangan hingga pemasaran digital,” kata Kompoi Naibaho.

Selain itu diberikan pelatihan untuk peningkatan kualitas produk serta pengemasan dan perizinan produk ( Halal dan PIRT), pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran digital, serta di ikut sertakan dalam pameran sebagai produk Binaan SKK Migas-KEI. Produksi setiap bulan 500 – 700 pcs per bulan dengan varian Abon : Baby Tuna, Putihan, Pari, Baronang susu dan smart Abon Banjar, selain itu ada sambel baby tuna, udang dan sea food serta aneka cemal cemil yang bahan dasarnya dari lokal. Omset per bulannya sekitar Rp 10 – Rp 15 juta.

“Sampai saat ini KEI masih mendampingi UMKM tersebut dengan membantu pemasaran produk salah satunya mengikutsertakan UMKM pada saat pameran binaan KEI di tingkat provinsi maupun nasional dan menjadikan produk binaan sebagai souvenir tamu perusahaan. Selain itu kita menyediakan showcase untuk produk binaan di kantor SKK Migas dan KEI,” kata Kampoi.

Meski demikian, kendala yang dihadapi oleh UMKM tersebut, yakni pengiriman ke luar pulau. Hal itu dikarenakan harus menunggu jadwal kapal dan biaya kirim yang tinggi.

“Hingga saat ini, KEI secara total terdapat sekitar 53 ke- lompok usaha yang sudah di bantu oleh KEI,” pungkas Kampoi.

Hingga saat ini, keterlibatan K3S Jabanusa dalam membangun usaha rakyat terus menunjukkan perbaikan. Berikut 8 UMKM terbaik binaan KKKS di Wilayah Jabanusa berdasarkan Forum Kapasitas Nasional III 2023 wilayah Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara yang dihelat SKK Migas di Surabaya.

Pertama berdasarkan penilaian, UMKM Krupy Gresik binaan Petronas terpilih sebagai UMKM dengan kemasan terbaik. Kedua, SMK 1 Blitar binaan Medco Energi terpilih sebagai UMKM Pengembang Teknologi Inovatif terbaik. Ketiga UMKM Ghe Ik Bintang Timur binaan HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) didapuk sebagai pengembang produk kuliner terbaik. Keempat kategori UMKM dengan penjualan terban- yak di Tokopedia diraih oleh Warung Ibu Inspirasi, yang juga binaan HCML. Kelima Kelompok Batik Tanjung Bumi binaan Pertamina Hulu Energi WMO terpilih sebagai UMKM dengan tampilan booth terbaik.

Keenam UMKM dengan variasi terbanyak diraih Rukun Nelayan Banyu Urip binaan Saka Energy. Ketujuh kategori UMKM Pengembang Peduli Lingkungan terbaik. Kategori ini di- menangkan oleh Bank Sampah Mendiri, binaan Pertamina EP Cepu. Kedelapan kategori UMKM dengan Profile terbaik, yang diraih Alas Malang Jaya, binaan Kangean Energi Indonesia. Erfandi Putra/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.