PGE-PLN Sepakati Tarif Listrik Lumut Balai Unit 2

oleh -2 views
oleh

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) telah menyepakati tarif kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) di level 7,53 sen dollar AS per kilowatt (kWh) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW).

Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan, persetujuan tarif itu bakal mendorong upaya peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik perseroan ke level 1 gigawatt (GW) dalam kurun 2 tahun ke depan lewat ekstraksi lanjutan pada sejumlah lapangan saat ini.

Julfi menilai kesepakatan tarif jual beli setrum dari proyek pengembangan Lumut Balai itu terbilang kompetitif. PGE menargetkan proyek ekspansi itu bisa mulai commisioning akhir tahun ini.

“Cuma dengan itu PGE bisa cepat maju, tapi kalau dengan IPP [independent power producer] baru tentunya berbeda tentu kita harus kompetitif,” kata Julfi saat media briefing, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Menurut dia, proyek ekspansi PLTP Lumut Balai 2 itu relatif kompetitif dengan tarif yang disepakati saat ini. Alasannya, PGEO menerima pinjaman lunak dan rezim pajak yang berbeda dari pengembang panas bumi swasta lainnya saat ini.

“Kalau proyek-proyek PGE kan ada soft loan, tax regime-nya kan kita license lama ya, beda dengan IPP lama,” tuturnya.

Seperti diketahui, proyek PLTP Lumut Balai Unit-2 mendapat pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 26.966 yen atau 188.618 dollar AS (sekitar Rp 2,83 triliun). Adapun, PLTP Lumut Balai Unit 1 dan 2 menelan investasi sekitar 700 juta dollar AS setara dengan Rp10,5 triliun.

Kapasitas 55 MW yang dihasilkan dari Unit 2 akan menambah total kapasitas terpasang PGEO, setelah sebelumnya kapasitas 55 MW dihasilkan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 1 yang mulai beroperasi pada 2019. Proyek ini semakin memperkuat posisi PGEO sebagai salah satu pemain terbesar dalam pengembangan panas bumi Indonesia dengan kapasitas terpasang menjadi 727 MW nantinya.

Pinjaman lunak itu menjadi tindaklanjut dari perjanjian kerja sama engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) untuk konstruksi sistem pengumpulan dan reinjeksi fluida dan PLTP Lumut Balai Unit 2 di Sumatra Selatan dengan konsorsium Mitsubishi Corporation, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan SEPCO III Electric Power Construction Co. Ltd saat acara B20 Indonesia Net Zero Summit 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (11/11/2022) lalu.

Fasilitas tersebut dirancang untuk dapat beroperasi lebih dari 30 tahun yang akan dioperasikan dan dipelihara oleh PGE. Listrik yang dihasilkan dari energi bersih, terbarukan, dan ramah lingkungan tersebut akan disalurkan kepada PT PLN (Persero) dan berpotensi menambah masyarakat yang terlistriki sekitar 55.000 rumah tangga di Sumatra Selatan.jef,bc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.