PLN Butuh 152 Miliar Dollar AS Dorong Kelistrikan EBT dan Gas Sampai 2040

oleh -23 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan investasi hingga 152 miliar dolar AS atau setara Rp 2.300 triliun untuk mengejar target penambahan kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Gas sebanyak 80 GW sampai 2040 mendatang.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN telah menyelaraskan rencana pengembangan ketenagalistrikan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Nah, karena RUKN dengan RUPTL ini akur, bapak ibu ingin mendengar ya barangkali bocorannya seperti apa. Pertama, sampai 2040 penambahan kapasitas pembangkit totalnya sekitar 80 GW (terdiri dari) 75% berbasis pada EBT dan 25% berbasis gas,” kata Darmawan dalam Road to PLN Investment Day 2024, Rabu (6/4/2024).

Darmawan menjelaskan, sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik dimana penambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sudah tidak lagi masuk dalam RUPTL maka PLN akan mengandalkan pembangkit berbasis air, gas dan panas bumi sebagai baseload.

Sayangnya, pengembangan tiga jenis pembangkit ini dihadapkan pada tantangan jarak antara sumber pasokan energi dengan pusat permintaan listrik yang tergolong jauh. Untuk itu, dibutuhkan investasi pada infrastruktur ketenagalistrikan khususnya transmisi agar dapat memenuhi kebutuhan listrik.

“Maka kalau kita melihat seperti itu dengan terpaksa ini akan ada pembangunan transmisi dalam skala yang sangat besar namanya Green Enabling Transmission. Price tagnya dihitung kemarin sekitar 152 miliar dollar AS sekitar Rp 2.300 triliun antara hari ini sampai 2040,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, kebutuhan investasi ini termasuk untuk membangun transmisi dengan total jarak mencapai 47.000 km serta pembangunan smart grid. Kemudian penambahan kapasitas pembangkit sekitar 30 GW untuk air dan panas bumi dan 28 GW untuk angin dan surya.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.