PLTS Terapung Cirata Dorong Percepatan Transisi Energi

oleh -69 views

SURABAYA I GlobalEnergi.co – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata milik PLN Nusantara Power menjadi etalase percepatan transisi energi nasional yang dipamerkan dalam gelaran ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) yang diselenggarakan pada 5 – 6 September 2023 di Jakarta.

PLTS Terapung Cirata dipresentasikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo dan pemimpin negara anggota ASEAN. Melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTS Terapung Cirata ini, PLN Nusantara berkontribusi dalam terwujudnya Net Zero Emission di tahun 2060.

Darmawan menjelaskan flagship event ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) merupakan ajang yang penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan bilateral negara negara kawasan. Dalam forum tersebut, PLN menunjukan komitmen dalam upaya pengurangan emisi karbon lewat pengembangan PLTS terapung pertama yang juga akan menjadi pasokan utama energi bersih di wilayah Pulau Jawa.

“PLTS ini merupakan gebrakan pemerintah Indonesia. Komitmen nyata dalam transisi energi. PLTS terapung pertama dan terbesar yang Indonesia punya, dan ini sedang kami kembangkan. Kesuksesan proyek PLTS Cirata menjadi pilot project yang bisa dikembangkan di wilayah lain,” ujar Darmawan.

PLTS Terapung Cirata memilki skema kerja sama investasi yang menarik sehingga mampu mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek yang sama di wilayah lain. PLTS Terapung Cirata jadi bukti pengembangan energi bersih di Indonesia mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah yang turut serta mendampingi Darmawan dalam presentasi langsung kepada Presiden Jokowi menerangkan, PLTS Terapung ini adalah salah satu dari andalan PLN NP dalam mempercepat transisi energi di Indonesia.

“PLN NP telah memiliki beberapa proyek strategis dalam mendorong terwujudnya energi bersih di Indonesia. Salah satunya adalah PLTS Terapung ini yang memiliki kapasitas mencapai 192 MWp. Kami tengah menyiapkan beberapa proyek pembangkit EBT lainnya di daerah yang berbeda”, terang Ruly.

PLTS Terapung Cirata adalah proyek besutan anak perusahaan PLN NP, PLN Nusantara Renewables bersama dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar. Proyek EBT ini bernilai investasi sebesar US$ 143 juta dan mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 1400 tenaga kerja. PLTS yang menempati area seluas 200 hektar ini akan menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh per tahun dan dapat memasok listrik setara untuk 50.000 rumah tangga.

Sementara Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa ASEAN adalah pasar potensial dengan peluang investasi yang menjanjikan. Namun, kawasan ini tidak imun terhadap tantangan dan potensi konflik. Sehingga untuk mewujudkan visi ASEAN sebagai Epicentrum of Growth, pemerintah Indonesia melalui AIPF berupaya membangun kerja sama yang lebih luas dan bermanfaat dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

“AIPF punya agenda utama membangun infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resiliance lewat hilirisasi industri. Pembangunan ekosistem kendaraan listrik adalah contoh konkret pembangunan rantai pasok kawasan,” kata Presiden Jokowi.agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.