Berhasil Raup Laba Rp 14,4 T, PLN Tetap Butuh Suntikan Modal Rp 10 T

oleh -126 views


JAKARTA I GlobalEnergi.co – Kinerja keuangan PT PLN tahun 2022 tetap moncer. BUMN kelistrikan ini berhasil mencetak laba Rp 14,4 triliun atau meningkat dibanding tahun 2021 tercatat Rp 13,1 triliun.

Meski demikian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap mengusulkan penyertaan modal negara atau PMN sebesar Rp 10 triliun untuk PLN terkait dengan penugasan peningkatan rasio elektrifikasi tahun depan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, meskipun di tengah situasi pascapandemi dan pelemahan nilai tukar rupiah, PLN tetap mampu mencetak rekor laba terbaik sepanjang sejarah. Kinerja keuangan tersebut berhasil dicapai setelah PLN berhasil meningkatkan penjualan listrik sebesar 6,3% dari 257,6 Terrawatt hour (TWh) pada tahun 2021, menjadi 273,8 TWh pada tahun 2022. Hal ini berdampak pada meningkatnya pendapatan penjualan tenaga listrik 7,7% dari Rp288,9 triliun pada tahun 2021, menjadi Rp311,1 triliun pada tahun 2022.

“Capaian ini tentu bukan sekadar angka. Di balik itu semua ada arahan dan bimbingan Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir dan Wamen I BUMN, Bapak Pahala Mansury. Dukungan yang sama juga datang dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan sehingga kolaborasi seluruh pihak ini mampu menciptakan iklim investasi yang baik dan mendorong PLN membukukan kinerja keuangan yang optimal,” ujar Darmawan saat melaporkan kinerja keuangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menerima Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun Buku 2022 di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (7/6/2023).

Melalui RUPS tersebut, pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2022 yang mampu mencapai kinerja terbaik sepanjang sejarah. Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menilai capaian terbaik PLN selama 2022 tak lepas dari upaya transformasi yang dilakukan perseroan selama tiga tahun terakhir ini.

“Kami dari Kementerian BUMN, sebagai wakil Pemerintah tentu menyampaikan apresiasi kepada seluruh Direksi, Komisaris, dan seluruh pegawai PLN yang telah bekerja keras sehingga bisa menghasilkan kinerja terbaik bagi perusahaan,” ujar Pahala usai melakukan RUPS.

Pahala menjelaskan, di situasi yang penuh tantangan terutama dalam pemulihan ekonomi pascapandemi, PLN berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Khususnya dalam memberikan multiplier effect kepada masyarakat, Pahala mengapresiasi PLN yang terus berupaya menghadirkan listrik andal, bahkan sampai ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Ia juga terus mendorong PLN untuk melanjutkan transformasi agar tetap bisa menghasilkan kinerja terbaik pada tahun ini, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa.

Butuh PNM Rp 10 T


Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan penyertaan modal negara atau PMN sebesar Rp 10 triliun untuk PLN terkait dengan penugasan peningkatan rasio elektrifikasi tahun depan.

Pahala mengatakan, pengajuan PMN kepada perusahaan setrum pelat merah itu diharapkan dapat meningkatkan penetrasi listrik ke desa dan beberapa titik daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

“Untuk tahun 2024 kami mengusulkan khususnya dalam hal ini bisa memberikan PMN untuk PLN kurang lebih Rp10 triliun,” kata Pahala saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (5/6/2023).

Pahala berharap PMN dengan nominal yang tidak bergeser dari suntikan modal tahun lalu itu dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di beberapa daerah yang belum tersalurkan listrik tahun depan.

“PMN kepada PLN terutama untuk melakukan pengembangan transmisi dan distribusi yang terkait dengan penugasan listrik masuk desa,” kata dia. PLN membutuhkan suntikan modal mencapai sekitar Rp20 triliun untuk mencapai rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik 100 persen selama kurun waktu 2023 hingga 2024 mendatang. agk,jef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.