Mengembangkan Sayap Bisnis Non Fuel Ritel Lewat Jaringan Pertashop

oleh -409 views
Dok Pertamina

Wahib (51), pengusaha pertashop di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik mengaku sempat galau dan cemas. Betapa tidak setelah pemerintah yang sempat menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.500/liter menjadi Rp 14.500/liter pada 3 September lalu omset penjualan BBM di Pertashopnya langsung anjlok tinggal separo.

“Dari sebelum kenaikan bisa menjual rata-rata sebesar 500 liter hingga 600 liter per hari tapi begitu harga naik langsung drop tinggal separonya lha,” kata Wabib yang juga pemilik Bumdes Mutiara Hati kepada Global Energi, Selasa (1/11/2022).

Apalagi dalam menjalankan bisnis pertashopnya Wahib bergabung dalam Mitra Binaan Pertashop Empowerment SME yang mendapatkan fasilitas bantuan permodalan dari Pertamina sebesar Rp 250 juta. Dimana pinjaman ini harus ia lunasi selama tiga tahun dengan tingkat bunga sekitar 6%.

“Saya sempat khawatir kesulitan dalam pengembaliannya. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa mencicil,” kata pria yang merintis usaha pertashop sejak tahun 2021 itu.

Ia mengaku, meski setelah harga diturunkan menjadi Rp 13.900 per liter penjualan belum bisa kembali seperti semula. “Ya selisih harga yang terlalu lebar antara pertalite dengan pertamax membuat konsumen di sini tetap mengejar pertalite meski jaraknya SPBU agak jauh. Apalagi umumnya pembelinya kebanyakan warga menengah ke bawah,” katanya.

Hal senada juga sempat dirasakan Nanis Mukti Rahayu, Pemilik CV. Berkah Jaya, yang juga sebagai mitra binaan Pertashop Empowerment SME . Gara-gara harga pertamax naik hingga Rp 14.500 per liter penjualannya langsung turun drastis. Dari semula semula sehari bisa menjual rata-rata 1.000 liter per hari anjlok hingga tinggal 400 liter per hari.

“Tapi setelah adanya penurunan sedikit harga pertamax Alhamdullilah penjualan mulai naik lagi,” tutur Nanis dihubungi Global Energi, Selasa (1/11/2022).

Meski demikian, Nanis optimistis masa depan bisnis pertashop ini masih cukup baik. Ini mengingat lokasinya cukup jauh dari SPBU serta jumlah pertamini non Pertamina juga belum banyak di desanya.

“Kami yakin usaha Pertashop kedepannya masih menguntungkan. Apalagi kalau kita juga diberikan kesempatan bisa menjual pertalite dan kemudahan fasilitas menjual non BBM produk Pertamina,” katanya berharap.

Nanis sendiri kalau sudah mengelontorkan investasi hingga Rp 500 juta. Selain bergerak dalam bisnis pertashop, juga merintis bisnis non-fuel retail (NFR). Mulai penjualan LPG hingga oli. Sementara Wahib mengaku, belum masuk ke bisnis NFR. “ Modal kami masih terbatas. Keuntungan sekarang saja masih untuk bauar cicilan. Mungkin kalau setelah lunas, jika boleh pinjam lagi kami akan masuk ke situ, karena peluangnya pasarnya bagus di dini,” kata Wahib penuh keyakinan.

Baru Lima Mitra Binaan
Program Pertashop Empowerment SME sendiri yang merupakan program pembiayaan modal kerja sekaligus sebagai satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat jaringan distribusi BBM yang dinilai mampu menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM masyarakat hingga ke pelosok desa. Pertashop Empowerment SME merupakan sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan yang mengintegrasikan program pembinaan dan bantuan pembiayaan modal kerja dengan salah satu core business perusahaan yang bertujuan untuk mensupport pemerataan akses energi untuk masyarakat, khususnya BBM ramah lingkungan.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menyebutkan, hingga Oktober 2022 ini baru ada lima mitra binaan Program Pertashop Empowerement SME di wilayah Jatimbalinus. Kelima mitra binaan ini tersebar di wilyah Jawa Timur, mulia Gresik, Jombang, Pasuruan, Probolinggo dan Ngawi.

“Sampai dengan akhir tahun, Pertamina (dalam hal ini Holding) menargetkan penambahan sebanyak lebih kurang 20 mitra binaan,” kata Deden kepada Global Energi, Selasa (1/11/2022).

Deden mengatakan, program Pertashop Empowerement SME merupakan program bisnis yang diakomodir dari Pertamina Pusat dengan arahan dan teknis yang berlaku sama di seluruh Indonesia yang mana pembentukan Pertashop sendiri memang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina atau dengan kata lain untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lokasinya jauh dari layanan energi.

Untuk tahun ini sendiri, lanjut dia, untuk menciptakan ekosistem Pertashop sesuai dengan peruntukannya tadi, Pertamina di wilayah Jatimbalinus sebagaimana yang telah diarahkan Kementrian BUMN sebelumnya terus berupaya membuka peluang jaringan usaha. Mulai dari pengusaha-pengusaha daerah, BUMDes, hingga yayasan/ pesantren yang juga sering memiliki bidang usaha dalam menjalankan kegiatannya.

Terkait pemberian fasilitas permodalan Rp 250 juta, masih kata Deden, digunakan untuk biaya Pertashop termasuk pengiriman. Mulai dari modular, tangki dan kebutuhan terkait lainnya. Angka Rp 250 juta ini sendiri sebenarnya selain merupakan pagu maksimal pinjaman kemitraan PUMK juga menyesuaikan dengan tipe Pertashop yang paling minim. Yaitu tipe Gold yang membutuhkan modal sekitar Rp 250 juta.

“Jadi dengan adanya program Pertashop Empowerement SME ini diharapkan dapat membuka peluang bagi pengusaha pengusaha kecil untuk dapat membuka Pertashop tanpa memikirkan modal awal yang besar karena akan dibantu melalui permodalan program Pertashop Empowerement SME,” paparnya.

Jangka waktu pelunasan maksimal selama 36 bulan (3 tahun) dan bisa lebih cepat menyesuaikan dengan permintaan mitra binaan. Jika ada kendala pembayaran, langkah pertama yang diambil Pertamina adalah melalui konfirmasi piutang langsung kepada mitra binaan terkait kendala pembayaran. Setelah mengetahui kendala dari mitra binaan, Pertamina menawarkan beberapa alternatif pembinaan.

“Salah satunya adalah program rescheduling pinjaman yang mana pinjaman akan di jadwalkan ulang dengan besaran cicilan sesuai dengan kemampuan mitra binaan,” ujar Deden.

Selain modal kerja, Pertamina juga melakukan kegiatan agar mitra binaan terus berkembang mulai dari pelatihan (upskilling), workshop, pameran hingga kegiatan UMK Academy yang merupakan program Pertamina dalam upaya agar mitra binaan naik kelas.

Selain itu mitra binaan bisa mengajukan pinjaman lagi kepada Pertamina. Mitra binaan dapat mengajukan pinjaman dengan nama yang sama sebanyak 3 kali pinjaman, dengan catatan terlebih dahulu melunasi pinjaman sebelumnya dan pinjaman ini bisa diperuntukkan untuk bisnis non SPBU mini, baik bisnis oli atau LPG maupun minimarket. Program modal usaha Pertamina sendiri, terdapat beberapa sektor Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Industri, Perdagangan hingga Jasa.

Pada kondisi tersebut, Pertamina telah melakukan upaya strategis dalam rangka membantu meningkatkan pendapatan mitra binaan Pertashop, yakni melalui kegiatan yang dilakukan belum lama ini bertepatan dengan Hari Pelanggan dengan mengusung tema “Promo Hari Pelanggan”. Dalam kegiatan yang berlangsung 14 hari mulai dari awal bulan September, Pertamina mengusung program Pertashop X UMKM yang mana akan diberikan gimmick produk UMKM mitra binaan Pertamina setiap pembelian BBM di Pertashop Empowerement SME. Dengan ketentuan, pemilik kendaraan yang melakukan pembelian Pertamax di Pertashop Empowerement SME minimal Rp 100 ribu pemilik kendaraan mobil akan mendapatkan berbagai produk mitra binaan UMKM yang menarik. Sementara bagi pemilik kendaraan motor, pembelian cukup dilakukan sampai Rp 50 ribu saja. Promo pembelian ini berlaku kelipatan.

Dihubungi terpisah, Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Fajriyah Usman menambahkan, mitra Binaan Pertashop Empowerment SME dapat dikembangkan untuk menjadi point of sales maupun point of distribution bagi produk Pertamina lainnya di luar BBM. Sementara Mitra Binaan dapat didorong untuk menjadi Mitra Binaan naik kelas sesuai dengan skema bisnis Pertashop sehingga usahanya dapat maju dan semakin berkembang sejak bergabung dengan program Pertashop Empowerment SME. Mitra Binaan dapat merambah bisnis Non Fuel Retail (NFR) seperti Briht Store, Enduro Express, dll.

Fajriyah berharap, agar Pertamina bisa mencapai target penyaluran pada 2022 minimal 50 Mitra Binaan Pertashop Empowerment SME. Pagu pinjaman yang disediakan untuk menjadi Mitra Binaan SMEPP Pertashop maksimal Rp250 juta.

“Calon penerima pinjaman disyaratkan untuk memiliki agunan yang diutamakan berupa aset tetap dengan minimal nilai agunan satu kali nilai pinjaman yang diajukan,” kata Fajriah kepada Global Energi.

Sejauh ini sudah terdapat 13 mitra binaan Pertashop Empowerment SME yang telah beroperasi, tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. “Tidak ada target spesifik setiap tahunnya karena sangat bergantung pada pemenuhan kualifikasi aspek bisnis. Namun kami membuka kesempatan kepada calon-calon pengusaha UMKM mitra Pertashop yang telah lolos verifikasi usaha untuk tergabung dalam program Pertashop Empowerment SME,” katanya.

Pada prinsipnya program ini ditujukan bagi pengembangan akses terhadap energi ramah lingkungan bagi masyarakat. Selain itu, juga dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi baru di kawasan pedesaan. Oleh karena itu, sangat terbuka bagi UMKM mitra binaan yang tergabung dalam program ini untuk berkembang ke depan, termasuk menjadi penyedia layanan usaha pelumas, Bright Gas, ataupun usaha lainnya yang sejalan bagi kemandirian desa tersebut.

“Target kami dapat berperan lebih jauh lagi bagi upaya terciptanya pusat-pusat ekonomi di pedesaan, dan memungkinkan elastisitas energi juga menjadi lebih baik, karena masyarakat dapat mengakses energi dgn lebih mudah, efisien, dan terjamin kualitas. Keberadaan Pertashop yang fokus pada bahan bakar non subsidi, juga membantu bagi upaya distribusi subsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui ruang yang tersedia di area Pertashop yang cukup luas dan cukup strategis, memungkinkan untuk tumbuhnya usaha pendukung sebagaimana disebutkan sebelumnya. Artinya, di titik ini akan muncul lapangan kerja baru, menambah daya beli masyarakat, dan ekonomi bisa berputar dengan baik.

Terkait adanya usulan dari mitra binaan agar Pertashop agar dizinkan menjual BBM subsidi (pertalite). Alasannya pembelinya kebanyakan kelas menengah ke bawah? “Kami fokus kepada pembinaan UMKM. Dalam situasi sulit, kami latih mereka dan bimbing mereka untuk lepas dari kesulitan tersebut, termasuk gap harga yang terjadi. Terbukti, apa yang kami lakukan dengan program promosi di atas bisa mendongkrak penjualan dan menyelamatkan usaha mereka dan pengembalian pinjaman modal usaha mereka tetap lancer,” kata Fajriah meyakinkan.

Perkuat Bisnis NFR
Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina memang terus melakukan inovasi dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya. Memanfaatkan jaringan SPBU maupun Pertashop yang tersebar di seluruh Indonesia, Pertamina Patra Niaga kini fokus mendorong pengembangan bisnis NFR. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, dalam pengembangan layanan atau bisnis NFR ini, Pertamina Patra Niaga harus terus membuka peluang atau berkolaborasi mengembangkan bisnis baru dengan mitranya.

“Bisnis NFR ini adalah upaya pengembangan SPBU menjadi one stop service. Bisnis NFR ini pun merupakan bisnis yang potensial, baik bagi Pertamina maupun mitra bisnis, serta bagi SPBU itu sendiri,” jelas Mars Ega dalam keterangan persnya.

Disebutkan, sudah ada lebih dari 90 mitra nasional dan internasional, serta 1.400 mitra lokal dan UMKM yang bekerjasama mengembangkan bisnis NFR di SPBU Pertamina. Total, saat ini ada sekitar hampir 19 ribu outlet NFR yang sudah beroperasi di seluruh jaringan SPBU Pertamina yang jumlahnya mencapai lebih dari 6.000 di seluruh Indonesia, dan angka ini masih bisa dikembangkan lagi.

“Jaringan SPBU Pertamina dan Pertashop bisa menjadi kesempatan bagi para mitra atau pelaku usaha dalam melakukan penetrasi bisnis yang mereka lakukan di wilayah baru, karena sekali lagi SPBU Pertamina ini ada dari Sabang sampai Merauke,” tambahnya.

Sebagai komitmen pengembangan bisnis NFR di SPBU, Pertamina sedang menyiapkan skema-skema kerja sama yang menguntungkan, salah satunya adalah jika sudah memiliki izin usaha SPBU, maka akan terbuka peluang untuk mengembangkan bisnis lainnya di SPBU tersebut.

“Ini adalah keseriusan Pertamina Patra Niaga mengembangkan potensi layanan one stop service di SPBU. Sebagai komitmen, Pertamina Patra Niaga akan menuangkan semangat kolaborasi ini dalam bentuk pakta kolaborasi dengan mitra-mitra bisnis pada acara Pertamina Tenants Day hari ini, karena kedepan, bisnis NFR akan kami terus perluas dan kembangkan,” tukas Mars Ega. agung kusdyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.