Laba PLN Semester I Tembus Rp 17,4 Triliun

oleh -67 views

JAKARTA I GlobalEnergi.co – PT PLN mencatatkan laba bersih mencapai Rp 17,4 triliun pada semester pertama tahun ini, melonjak 162,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 6,6 triliun. Kenaikan laba ini belum menghitung penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan 3.500 VA ke atas yang mulai berlaku pada 1 Juli 2022.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, kenaikan laba ditopang oleh peningkatan penjualan listrik seiring membaiknya perekonomian, serta efisiensi yang dilakukan perusahaan. Penjualan listrik pada semester pertama tahun ini naik 7,2% atau Rp 10,1 triliun menjadi Rp 150,6 triliun.

Ia mencatat, volume penjualan listrik naik dari 125,49 Terra Watt hour (TWh) pada semester I 2021 menjadi 133,87 TWh. Kenaikan penjualan listrik terutama terjadi pada kalanganpelanggan industri dengan penambahan volume penjualan listrik 5,4 TWh atau 14,3%.

“Kenaikan penjualan listrik yang signifikan dari golongan industri ini menandakan perekonomian yang mulai pulih di tengah pandemi,” ujar Darmawan dalam siaran pers, Kamis (28/7/2022).

Menurut Darmawan, pertumbuhan kinerja penjualan listrik merupakan representasi dari keberhasilan program-program yang dilakukan perusahaan. Beberapa di antara, akuisisicaptive power, peningkatan renewable energy certificate (REC), konversi kompor LPG ke kompor induksi, electrifying marine dan electrifying agriculture yang mendorong penambahan pelanggan sebanyak 1,4 juta hingga Juni 2022. Saat ini PLN melayani 83,9 juta pelanggan.

Di sisi lain, perusahaan juga berhasil mempertahankan EBITDA positif sebesar Rp 55,4 triliun dan EBITDA margin 26,2% di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing utama yang memengaruhi operasional perusahaan.

“Tentu saja pencapaian ini tak lepas dari kerja keras para insan PLN, dukungan pemerintah dan stakeholder serta seluruh pelanggan,” katanya. agk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.